Tuesday, October 11, 2011

A cute 'accident'

Jadi ceritanya begini..

Beberapa saat yang lalu, saya mengecek facebook dan mendapati beberapa komentar di status saya semalam. Nah, saya pun membalas komentar tersebut. Saya hendak mengetag nama teman yang akan saya balas komentarnya. Ketika saya menulis nama depan teman tersebut, .... di situlah terjadi cute accident-nya.

Menu dropdown yang menampilkan suggestion nama itu menampilkan nama the Queen.


Kyaaaaaaaa~

Hahahaha. Iya, saya tahu saya norak. Cuma begitu doang. Wajarlah kalo nama dia muncul, lah kan nama depannya sama nama depan teman saya itu sama. Nama yang paling pasaran di Indonesia, yang kalo di dalam satu kelas pasti minimal ada dua yang punya nama depan itu hihihi.

Tapi kan tetap saja... Kejadian unyu ini jadinya membuat saya tersenyum setelah melalui satu hari yang melelahkan.

The Queen, 앞으로 나를 더 웃기세요 :)) <-- maksa banget

Sunday, October 9, 2011

Yang ingin diucapkan (tetapi tak terucap)

Sekian lama berkontemplasi dengan hati, malam ini, akhirnya, saya memiliki cukup keberanian (dan waktu) untuk menuangkannya. Mengenai sepenggal periode dalam hidup saya yang pernah saya singgung sebelumnya. Periode yang mencelupkan saya ke dalam beragam warna, mempertemukan saya dengan rasa-rasa yang tadinya hanya kenali lewat kata.

Posting ini bukan untuk bercerita mengenai sepenggal periode tersebut.

The Perfect Words to Describe

A반 kelas aegyo, B반 kelas musik, kelas gabungan di kelas gambar. tebak ini di mana? TK 한국 학과.

Wednesday, September 28, 2011

Charging~

As I wrote before that the Queen didn't attend MABIM at all, so the last time I saw the Queen's face was on the last day of PSA Paralel, August 19. I didn't have the chance to meet him at all even though school has started. Well.. up until today.

Jadi ceritanya hari ini saya disuruh ngambil proyektor ke Samusil alias gedung 3. Pergilah saya bareng Banjangnim. Nah, tepat ketika saya belok di depan gedung 5 yang menghadap ke Talog, I froze. Refleks saya menggenggam tas proyektor lebih erat dan berhenti ngobrol sama Banjang. Trus saya squealing and fangirling "Kyaa~ Kyaa~ Oppa~!" -,- Ya nggak mungkinlah... The Queen lagi ngobrol sama seorang kawannya. Perempuan. <-- feels like there's some 'unsur suprasegmental' beneath *efek Morfologi*

But I did gasp. Banjang should notice it since it was quite obvious. However, she might just pass it on as she didn't know the reason why.

Oh My, you know, the Queen got new haircuts! The Queen's hair is long now, but the way the hair is combed makes the Queen looked even more cooler and cuter and more adorable and more breath-taking :))

For those five seconds, I felt like "Charging~!" Even though the smile was not for me, but still, it's wonderful..


Hello, the Queen, it's me, your die hard fan. I want to thank you for having such a tender face with smiles plasters on it. And thank you for that gentle voice of yours.


Sincerely,
your die hard fan, the one who's been looking at you from afar.


Because of that five seconds, I feel slightly relieved. Well, those tons of tasks still haunting me, but.. at least there's an image (a newer one) of the Queen which I can remember of when I'm feeling like need a break :)

Tuesday, September 27, 2011

Do not

Do not whine if you have to stay awake until this late at night, 1 a.m., just to translate those papers --because it was your decision to abandon them on the previous long holiday when you practically had much more free time, and yet you still sneaked to browse things you can read later (or never at all, since they would not bring you benefits in any way).


Do not sigh if you find it hard to catch up with the lessons --because it was you who filled the major field with 'Bahasa dan Kebudayaan Korea' two years ago.

Do not cry if you feel like breaking --because you chose the schedule you live on.

You know the consequences.

Just live it. Hard-workingly.  With smiles kept on every time.

Life is only once.

You decide how to live it --and take the risk.

Friday, September 23, 2011

words of...

Tuhan selalu membolak balikan hati ini, walaupun tidak ada sedikit pun keinginan untuk meletakkan dirimu di hati ini.
--MRR

Bukanlah yang ideal, tetapi tetap sukses menghunjamkan siluetnya di benak. Tanpa peringatan perlahan mematri.
--AL

Sunday, September 18, 2011

Penggalauan

MABIM sudah selesai, dengan tiadanya kenangan indah karena the Queen tidak hadir sama sekali berhubung Ibundanya meninggal di hari pertama Lebaran *turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, Kak :'/* Kestari juga kerjanya lumayan keras karena banyak sekali yang harus direkap (reguler paralel dicampur kan) dan harus mulai nyusun LPJ. Trus saya juga nggak kedapetan nonton persembahan Acara, videonya HPD, dan persembahan Disiplin. Dan tidak ada recharge dari the Queen. Good. Mari lupakan MABIM.

Seminggu awal masuk saya harus bolak-balik ke JIKS tiga kali. Kamis untuk gladi resik Korean Day, Jumat untuk acara Korean Day-nya, dan Minggu untuk tes 한국어능력시험 a.k.a Test of Proficiency in Korean a.k.a TOPIK. Bergaul dengan para orang Korea untuk beberapa waktu, dengan segala lika-likunya... Hahahaha. Satu note saya tentang fakta lucu di JIKS: anak SMP-nya mungil-mungil sedangkan anak SMA-nya menjulang kayak tiang listrik. Saya dan teman-teman saya yang notabene sudah kelas 14 alias kuliah tingkat 2 kelihatan seperti anak kelas 9 atau kelas 10. Oke. Sampai di sini saja pembicaraan mengenai tinggi badan.

Hal menyebalkan yang menyangkut judul posting saya kali ini... Well, semuanya dimulai gara-gara seorang teman yang mengajak saya chat kemarin sore dan baru berakhir jam 12 malam. Padahal harusnya saya belajar buat TOPIK -,- *untung masih 초급 --beginner* Dia curhat tentang banyak hal (yang menyangkut seorang penyandang kromosom XX yang adalah teman-bangetnya saya). Dari curhatan panjang dan nggak habis-habisnya itu, pandangan saya terhadap si pelaku curhat ini berubah cukup drastis. Rupanya dia nggak seperti apa yang saya sangka. Dia memang orangnya susah dibaca, susah ditebak, susah dipahami, intinya, dia bukan orang yang mudah diajak bergaul. Padahal dia sopan banget lho, tapi dia termasuk orang yang banyak antis-nya (ya ampun, macem idol aja). Selain itu, si pelaku curhat ini juga punya predikat playboy cap gajah (meskipun saya tidak pernah mendapati sendiri secara langsung bukti bahwa ia adalah playboy).

Ia cerita banyak tentang kegalauan-kegalauannya, bagaimana ia mengekspresikan salah tingkahnya, which surprisingly mirip banget sama yang pernah saya alami beberapa saat lalu. Setelah puas mencurahkan kegalauannya, justru saya jadi ketularan galau. Gantianlah saya yang curhat, mostly cerita tentang suatu periode dalam hidup saya dimana ada banyak kisah dengan teman dekatnya si pelaku curhat ini.

Mengorek-ngorek memori tentang periode itu membuat ketularan saya semakin menjadi-jadi --apalagi ditambah tugas 쓰기-nya Bu Im yang abstrak dan meresahkan jiwa, plus ada jam Munhaksa besok--  bukti nyatanya, postingan blog ini. Anda yang membaca pasti merasakan kalau posting ini sangat tidak terstruktur dan kacau balau. Begitulah adanya kepala saya sekarang.

Apakah saya ingin kembali ke periode itu?
Tidak. Saya cukup yakin dengan jawaban saya tersebut.
Periode itu adalah fling yang menyenangkan untuk saya, dan di saat yang sama (menurut saya) melukai teman si pelaku curhat tersebut.
Saya tidak pernah berkesempatan mengucapkan maaf atas kejahatan yang telah saya lakukan kepada orang itu (dan rasanya tidak mungkin diucapkan juga). Jadi hal terbaik yang saya bisa lakukan untuk dia adalah tidak menyakiti dia lagi. Itu berarti stay like this. Jangan coba-coba balik lagi.

마지막은... Sepertinya fling saya pindah ke tempat lain.
Yang paling saya takutkan, kalau fling-nya pindah ke tempat itu...