Showing posts with label arif. Show all posts
Showing posts with label arif. Show all posts

Wednesday, May 6, 2009

Saat Terakhir part 10

Di parkiran lokasi syuting reality show yang melibatkan Sylvia dan CRMF. Sylvia yang berjalan keluar lokasi bersama Charli dikejar-kejar wartawan.

Wartawan 1:    (mengejar Charli) Charli, Charli, apakah benar Anda dan Sylvia sedang berpacaran?

Charli:    (berusaha kabur bersama Sylvia) Waduh, nggak, nggak. Kita cuma kerja bareng di reality show ini aja.

Wartawan 2:    (mencecar keduanya) Tapi banyak sumber yang mengatakan bahwa Anda berdua sedang dekat.

Sylvia:    Yaa dekat sebagai teman, masa nggak boleh? (tersenyum penuh arti)

Wartawan 1:    Anda berdua sekarang lagi mau pergi kencan ya?

Charli:    Hadooh, kencan apaan... Kita mau pergi ke restoran buat ngerayain ulang tahun sutradara reality show kita itu.

Wartawan 2:    Tapi kenapa Anda pergi bersama Sylvia?

Sylvia:    Soalnya Charli mau nebeng naik mobil saya, gitu doang kok.

Charli:    Temen-temen yang lain, si Miko, Ferdi, Ryo juga mau nebeng Sylvia. Mereka udah jalan duluan ke parkiran.

Wartawan 1:    Sylvia, menurut pendapat Anda Charli itu orangnya bagaimana?

Sylvia:    Charli? (berpikir) Hmm, orangnya baik, pinter nyanyi, lucu, perhatian, ganteng, hahaha... (tertawa)

Charli:    Udah ya wawancaranya, kita harus pergi sekarang. (masuk ke dalam mobil, diikuti Sylvia)


 

Di restoran.

Miko:    Mmm, makanan di sini enak banget! (senang)

Ryo:    Kalo ada Windi, dia pasti seneng sama Ayam Bumbu Rujak ini.

Charli:    Iya ya. Si Windi ke mana sih? Kok nggak ada. Tadi pagi juga dia nggak dateng ke tempat mangkal. Mana nggak kirim kabar sama sekali. (sebal)

Sylvia:    Emangnya lo siapanya, sampe dia harus lapor sama lo? (meledek)

Ferdi:    Dia kan manajer kita. Harusnya kalo dia nggak bisa dateng atau kenapa ya dia telepon salah satu dari kita, sms paling nggak.

Charli:    Tadi gue telepon malah masuk mailbox.

Ryo:    (hpnya bergetar,ada sms masuk. Melotot saat membaca sms dari Windi di dalam hati) Sori, sementara ini gue nggak bisa kerja dulu. Gue masuk RS Pondok Indah. JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA. (menghela napas, memejamkan mata, kembali melanjutkan makan)

Miko:    Windi ada kirim kabar ke lo, Yo?

Ryo:    (menggeleng) Nggak ada.

Saat Terakhir part 9

Saat yang sama di ruang ganti.

Miko:    Windi mana sih? Lama banget!

Charli:    (bangun dari kursinya) Gue keluar juga ya! Jalan-jalan bentar, suntuk nih… (berjalan ke pintu. Tiba-tiba hpnya berbunyi) Eh, kenapa Yo? Hah? Yee, gimana sih… Ya udah! Iya… Bye. (menutup telepon)

Ferdi:    Kenapa?

Charli:    Si Ryo bilang tadi dia ngeliat Windi pergi, tapi nggak tahu pergi ke mana. Trus dia sendiri udah balik ke hotel, katanya kecapekan. (mengangkat bahu)

Miko:    Jah, ngapain kita nungguin di sini! Ayo, balik ke hotel juga! (menarik tangan Ferdi)

Charli:    Lo duluan aja. Gue masih pengen jalan-jalan.

Ferdi:    Hati-hati ya. (menepuk bahu Charli)


 

Di belakang gedung konser. Sylvia sedang duduk sendirian.

Charli:    (tertegun melihat Sylvia) Sylvia?

Sylvia: (menoleh) Charli? Ngapain ke sini?

Charli:    (menghampiri Sylvia) Jalan-jalan aja. Lo sendiri ngapain duduk di situ?

Sylvia:    Lagi nyariin bintang. (memandang ke langit)

Charli:    (ikut-ikutan memandang langit) Emang keliatan bintangnya?

Sylvia:    Lah makanya gue nyariin.

Charli:    (tertawa kecil. Keduanya terdiam beberapa saat)

Sylvia:    Ngomong-ngomong lagu-lagu lo asyik-asyik ya! Gue suka dengerinnya.

Charli:    (girang) Lo suka?

Sylvia:    (mengangguk-angguk) Iya. Lagu-lagu lo itu easy listening banget, asyik buat goyang, tapi liriknya juga dalem… Eh, gue lagi bikin acara reality show gitu. Nah, kita butuh band sebagai salah satu pengisi acaranya. Lo mau ikutan nggak?

Charli:    (tanpa pikir panjang) Oke, mau!

Sylvia:    Sabtu besok temuin gue di Moonbucks ya. Nanti gue jelasin detil acaranya dan lain sebagainya. Bawa manajer lo juga.

Charli:    Oke. (sumringah)

Saat Terakhir part 8

CRMF mengikuti Soundrenaline di Bandung. Sylvia menjadi presenter Soundrenaline hari itu. Selesai konser, CRMF & Windi berkumpul di ruang ganti.

Charli:    (duduk di kursi) Nggak nyangka ya, malam ini sukses berat!

Miko:    (meregangkan tubuh, duduk di sofa) Yoi! Tadi hampir semua penonton ikut nyanyi bareng kita! Gila…

Ferdi:    Win, abis ini jadwal kita apa?

Windi:    Masih Soundrenaline, dua minggu lagi di Jogja, tepatnya… (mengeluarkan kertas & merasa pusing serta pandangannya mulai kabur) tanggal 28 di… (sangat pusing) Aduh, gue ke toilet dulu ya! (keluar dengan buru-buru)

Ryo:    (memperhatikan WIndi sampai menghilang di balik pintu) Gue beli minum keluar bentar.

Ferdi:    Nitip, Yo!

Ryo:    (mengangguk)


 

Di depan wastafel toilet perempuan. Windi mimisan.

Windi:    (membasuh hidungnya dengan air) Ya Allah, berikan aku waktu sedikit lagi… Sebentaaar saja. Izinkan aku membahagiakannya sebelum aku pergi… (menitikkan air mata. Darah masih keluar dari hidungnya. Ia mengambil tissue dari tas dan menutup hidungnya dengan tissue tersebut, lalu keluar dari toilet)

Ryo:    (bersandar di dinding luar toilet perempuan) Windi!

Windi:    (berhenti melangkah, menoleh ke belakang) Ngapain lo di situ?

Ryo:    (mendekati Windi, mengerutkan kening melihat tissue di hidung Windi) Kenapa lo? Penyakit lo tambah parah ya? (panik)

Windi:    Nggak, gue tadi cuma sedikit pusing biasa aja… (berusaha mengelak)

Ryo:    (menarik tangan Windi yang memegang tissue, kaget) Lo mimisan?!? Lo kecapekan ya? Udah, lo berhenti aja jadi manajer kita. Istirahat, Win!

Windi:    Gue nggak apa-apa kok! Gue kuat, percaya kenapa sih sama gue.

Ryo:    (mencengkram bahu Windi) Dengerin gue! Lo harus istirahat! Please, kalo lo nggak mau lakuin itu demi diri lo, lakuin demi gue…

Windi:    Gue nggak bisa ninggalin CRMF, Ryo! (merasa pusing hebat) Gue nggak bisa… Charli… Gue nggak mau… (pingsan)

Ryo:    (menangkap tubuh Windi, panik. Buru-buru mengeluarkan hp dan menelepon Maya) Halo, Tante Maya, Windi… Windi pingsan…

Saat Terakhir part 7

Beberapa bulan kemudian, CRMF sudah merilis album pertama. Lagunya sering diputar di radio-radio. Suatu hari, mereka menjadi bintang tamu dalam acara Ganas (GEN 30 Lagu Terpanas).

Rene:    98,7 GEN FM, masih di Ganas, GEN 30 Lagu Terpanas bersama Rene. Seperti yang udah Rene bilang tadi, sekarang kita kedatangan tamu istimewa. Tamu kita ini baru saja meluncurkan album pertamanya. Lagu-lagunya lagi sering diputer di radio-radio dan barusan aja Rene puterin juga. Yap, please welcome CRMF! (tepuk tangan)

CRMF:    Hai, halo sobat GEN…

Rene:    Ceritain dong mengenai album pertama CRMF ini. Denger-denger penjualannya sangat fantastis sampai-sampai kalian diajak untuk ikut tur keliling A Mild Soundrenaline? Tapi sebelum jawab pertanyaan itu, perkenalan dulu dong. Namanya siapa, megang apa di CRMF.

Ferdi:    Gue Ferdi, megang bas.

Miko:    Gue Miko, keyboard.

Ryo:    Gue Ryo, megang gitar.

Charli:    Gue Charli, vokalis.

Rene:    Nah, balik ke soal album kalian itu. Gimana ceritanya bisa sampe diajak ikut Soundrenaline?

Ferdi:    Ya, jadi ceritanya sampai bulan ketiga setelah rilis album kita berhasil menembus 500.000 kopi. Trus A Mild maunya peserta Soundrenaline tahun ini band-band breakthrough aja. Trus waktu kita lagi ada show di salah satu TV swasta kira-kira seminggu yang lalu, pihak A Mild menghubungi manajer kita dan nawarin untuk ikut Soundrenaline tahun ini.

Rene:    Wuih, dahsyat juga ya album kalian bisa nembus angka 500.000 kopi! Gimana perasaan kalian, kan jarang tuh band apalagi band breakthrough yang bisa nembus angka segitu?

Ryo:    Pertamanya jelas nggak nyangka banget. Kita sangat bersyukur ternyata musik CRMF bisa diterima oleh masyarakat. Ini semua nggak lepas dari rahmat Allah dan berkat kerja keras label kami juga manajer kami yang super tangguh.

Rene:    Pastinya, ya. Oke sobat GEN, sebentar lagi Rene akan puterin lagu. Tapi jangan ke mana-mana, stay tune in 98,7 GEN FM karena setelah ini bincang-bincang dengan CRMF masih akan berlanjut. Taken from their newest album, this is Sheila on 7, Betapa.

Saat Terakhir part 6

Suatu malam di kafe d'Blitz. Lilyana duduk sendiri di salah satu kursi. Di atas panggung, CRMF bersiap-siap untuk mulai menyanyi.

Lilyana:    (memain-mainkan minumannya. Tiba-tiba hpnya berdering) Halo. Iya, kenapa Tiff? Lo di mana? Yah… Gue udah di d'Blitz, nungguin lo dari tadi… Udah setengah jam tauu… Tega banget sih lo, ngebatalin gitu aja… (cemberut) Iya, iya… (manyun, menutup telepon) Uuh, dasar Tiffany! Bilang dari tadi kek, kalo nggak bisa dateng… (bete)

Charli:    Selamat malam pengunjung kafe d'Blitz! Di malam yang indah ini, kami dari CRMF akan menemani Anda menikmati hidangan lezat ala d'Blitz dengan sebuah lagu, Rasa yang Tertinggal. (mulai menyanyi)

Lilyana:    (hendak berdiri dari kursinya, tapi batal melihat pelayan datang ke mejanya) Oh iya, tadi udah mesen ya.

Pelayan: (meletakkan pesanan Lilyana) Selamat menikmati.

Lilyana:    Terima kasih.

Pelayan: (menganggukkan kepala) Terima kasih kembali. (pergi)

Lilyana:    (menghabiskan makanannya sambil memperhatikan CRMF) Asyik juga nih suaranya! (tersenyum)

Charli:    (selesai menyanyi) Sekian dulu persembahan kami CRMF. Untuk selanjutnya, ada Klorofil yang sudah siap menghibur Anda. Kami panggilkan, Klorofil! (turun menuju ke belakang panggung)

Lilyana:    (bangkit mengejar CRMF)


 

Di belakang panggung.

Lilyana:    (memanggil Charli) Mas, mas!

Charli:    (menoleh) Iya, ada apa Bu?

Lilyana:    Begini, saya lihat penampilan kalian tadi, dan yah, saya merasa sangat terhibur. Saya rasa, band kalian punya potensi yang sangat besar, sayang kalau tidak dikembangkan.

Ferdi:    Maksud Ibu…? (mengerutkan kening)

Lilyana:    Intinya, saya mau menawarkan kalian kontrak dengan perusahaan rekaman saya (menyerahkan kartu nama). Kalian tertarik?

Charli:    (menerima kartu nama)

Ryo:    Ini serius, Bu?

Lilyana:    Ya serius, lah. Oya, saya belum memperkenalkan diri. Nama saya…

Miko:    (memotong Lilyana) Lilyana, kan?

Lilyana:    (kaget) Iya… Kok tahu?

Charli:    Kan ada di kartu nama ini!

(Semua tertawa)

Lilyana:    Iya, ya. Ah, saya kalo lagi bersemangat jadi suka linglung gini. Ngomong-ngomong, kalian…?

Charli:    Saya Charli, vokalis CRMF. Ini…

Miko:    (memotong) Nama saya Miko, saya keyboardist. Kalo ini Ryo, gitaris (menunjuk Ryo), yang ini Ferdi, bassis (menunjuk Ferdi).

Lilyana:    Charli, Miko, Ryo, Ferdi. Oke, jadi kalian bersedia nggak nerima kontrak ini?

Ferdi:    Kalo untuk urusan kontrak, lebih baik Ibu langsung ngomong sama manajer kita deh. (mencari-cari Windi) Nah, itu dia orangnya.Windi!

Windi:    (datang tergopoh-gopoh) Aduh, sori ya. Tadi gue abis makan keluar. Ada apa?

Ryo:    Ini, Bu Lilyana nawarin kontrak rekaman buat CRMF. Kan lo nih yang lebih paham kalo soal beginian.

Lilyana:    Jadi mbak ini manajernya CRMF ya? Saya Lilyana, dari Sony BMG.

Windi:    (berjabat tangan dengan Lilyana) Iya, saya Windi.

Lilyana:    Nah, seperti kata Ryo tadi, saya ingin menawarkan kontrak rekaman sebanyak 3 album. Apakah CRMF berminat?

Windi:    Wah, berminat banget Bu! Rinciannya gimana ya?

Lilyana:    Dateng aja hari Sabtu besok ke kantor saya jam 9. Nanti semua rincian perjanjian dan lain sebagainya kita bahas di sana. Oke?

CRMF & Windi:    Oke!

Charli:    Sekali lagi, makasih banyak ya Bu!

Saat Terakhir part 5

Beberapa hari setelah kejadian di kafe Moonbucks, CRMF manggung di kafe Delite. Performa mereka berantakan. Beberapa kali Charli lupa liriknya. Setelah selesai manggung, mereka berkumpul di ruang ganti.

Ferdi:    Lo kenapa sih Char? Nyanyinya kok nggak kayak biasanya.

Charli:    (tertunduk diam)

Miko:    Lo tuh apa-apaan sih Char? (mendorong tubuh Charli) Performance kita hancur gara-gara lo! (menuding wajah Charli)

Ferdi:    (menyentuh bahu Miko) Tahan, Mik… Mungkin Charli masih terpukul gara-gara kejadian di Moonbucks itu.

Ryo:    Tapi nggak bisa gitu juga Fer, kita kan harus profesional.

Miko:    Char, kalo lo jantan dan emang beneran cinta sama Sylvia, lo harus buktiin bahwa lo itu berharga! Tunjukin kalo dia salah karena udah nolak lo! Bikin CRMF jadi terkenal! (keluar dari ruangan dengan membanting pintu)

Windi:    (memandang Charli dan pintu ruang ganti bergantian dengan khawatir, kemudian pergi menyusul Miko)

Ryo:    (setengah berdiri, hendak mengejar Windi) Win, ….

Ferdi:    (menahan Ryo) Biarin aja. (menggelengkan kepala)

Charli:    (menggumam) Harus jadi terkenal ya…

Ferdi & Ryo:    Hah? (menoleh ke arah Charli)

Charli:    Oke! Gue akan buat CRMF terkenal dan jadi band papan atas! Kalo udah begitu, Sylvia nggak akan nolak gue!

Ryo:    Kenapa lo selalu ngeliat ke yang jauh sih? Kenapa lo nggak pernah merhatiin yang ada di deket lo? (kesal)

Charli:    (mengerutkan kening) Ngomong apa sih lo? (mengibaskan tangan) Aaah pokoknya mulai saat ini, latihan kita harus lebih serius dan intensif! Kita juga harus sering-sering ngirim demo lagu ke label-label, dan nyari kesempatan manggung di manapun! (berapi-api)

Ferdi:    (berkata pada Ryo) Yeah… semangat yang bagus, sih…

Ryo:    (mengangkat bahu dan kedua tangannya)


 

Sejak saat itu, CRMF intensif latihan di tempat mangkalnya. Windi sibuk mengantarkan demo album CRMF ke perusahaan-perusahaan rekaman.

Saat Terakhir part 4

Jam makan siang. Kafe Moonbucks dipenuhi pengunjung. Sylvia, Febi, & Luisa baru saja memasuki kafe, kemudian duduk di salah satu sudutnya. CRMF sudah berada di atas panggung.

Ryo:    Selamat siang para pengunjung sekalian…

Miko:    Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa kami ada di sini. Hari ini kami CRMF akan membawakan sebuah lagu spesial.

Charli:    Lagu spesial ini spesial ditujukan kepada seorang gadis spesial yang duduk di sudut sebelah sana, Sylvia Ariana. (menunjuk ke arah Sylvia)

CRMF:    (mulai menyanyi lagu PUSPA)

Sylvia, Febi, & Luisa:    (terkejut)

Febi:    Syl, yang diomongin itu… lo?

Luisa:    Lo kenal sama orang-orang itu?

Sylvia:    (mencoba tenang) Nggak tahu. Lagian orang yang namanya Sylvia Ariana nggak cuma gue doang kali…

Luisa:    Tapi ada berapa banyak Sylvia Ariana yang saat ini sedang makan di kafe ini, dan duduk di arah yang ditunjuk cowok kampungan itu?

Sylvia:    (terdiam)

Charli:    (turun dari panggung sambil membawa bunga, lalu berjalan ke arah Sylvia sambil tetap menyanyi)

Seisi kafe memusatkan perhatian pada Charlie dan Sylvia.

Febi:    Aduuh, ngapain sih tuh cowok pake acara dateng ke sini segala? Kan orang-orang jadi pada ngeliatin kita! Syl, kita pergi yuk! (menarik-narik tangan Sylvia)

Sylvia:    (menepis tangan Febi) Nyantai aja, Feb. Kita liat dulu, mau ngapain cowok kampung itu.

Luisa:    (pandangan meremehkan) Awas aja kalo dia berani macem-macem.

Charli:    (berhenti di depan meja Sylvia, selesai menyanyi) Sylvia, aku yakin kamu bingung kenapa aku menyebut namamu tadi. Pasti kamu juga bertanya-tanya kenapa aku berdiri di depanmu saat ini. Semua ini kulakukan hanya untuk menunjukkan perasaanku padamu. Aku mencintaimu, Sylvia Ariana. (berhenti sejenak, mengambil napas) Aku tidak akan menuntut apa-apa darimu. Aku hanya ingin kamu tahu bagaimana perasaanku padamu. Satu permohonanku, (menjulurkan bunga) mohon kamu terima bunga ini, sebagai tanda kamu telah mengetahui perasaanku. (menundukkan kepala)

Sylvia:    (memandangi Charli dari ujung kepala hingga ujung kaki. Lalu keluar dari kursinya, kemudian berdiri di sebelah Febi. Sylvia mengambil gelas Febi kemudian menyiramkan isinya ke wajah Charli)

Seisi kafe terpana. Febi menjerit, Charli shock.

Sylvia:    (berjalan pergi, namun berhenti sejenak di sebelah Charli) Kalo mau lompat, jangan tinggi-tinggi. Ntar sakit banget pas jatuh. (pergi begitu saja)

Luisa:    (mengejar Sylvia)

Febi:    (berkata pada Charli) Sabar ya… (mengejar Sylvia)

Charli:    (terpaku di tempatnya)

Ferdi:    (turun dari panggung, menghampiri Charli, lalu memapah Charli ke dapur kafe)

Saturday, April 25, 2009

Saat Terakhir part 3

Suatu pagi di tempat mangkal CRMF. Ryo, Miko, & Ferdi bersiap-siap untuk latihan. Tiba-tiba Charli datang.

Charli:    Guys, hari ini nggak usah latihan ya!

Miko:    (melotot) Kenapa?

Charli:    Lo semua sahabat gue kan?

Ferdi:    Perasaan gue nggak enak nih kalo dia udah ngomong gini.

Ryo:    Lo kena masalah apaan Char?

Charli:    (mengibaskan tangan) Aduuuh, dengerin gue dulu! Bukan itu!

Gue mau minta tolong sama lo pada!

Ferdi:    Tuh kan bener. Minta tolong apaan?

Charli:    Hari ini CRMF manggung di Moonbucks, mau nggak?

Miko:    (mengerutkan kening) Dalam rangka apa?

Charli:    Buat ngiringin gue nembak Sylvia! (tersenyum senang)

Miko, Ryo, Ferdi:    (bengong)

Miko:    Gila apa lo?

Ryo:    (memegang dahi Charli) Badan lo nggak panas. Lo kesambet ya?

Ferdi:    Lo sadar kan Char apa yang barusan lo omongin?

Charli:    Iiih, gue serius, friends! Ayo, sekarang kita berangkat dan

siap-siap di sana! (menarik teman-temanya)

Miko:    (menahan Charli) Bentar, bentar. Charli, ini udah kelewatan!

Lo mau nembak Sylvia? Lo pikir Sylvia bakal nerima lo

jadi pacarnya? Kenal aja nggak dia sama lo!

Ryo:    Char, bukannya kita ngecilin lo, tapi gue cuma nggak mau lo

terluka aja. Coba bayangin, lo mau nembak Sylvia di

tempat umum gitu. Kalo dia nolak lo, gimana?

Charli:    Gue nggak peduli sama jawaban dia. Yang penting gue udah

nunjukin isi hati gue. Gue udah nggak bisa nahan perasaan

ini lebih lama lagi, Yo!

Ferdi:    Oke, oke. Sekarang kita ngeliat masalah ini dari sisi Sylvia.

Menurut lo dia nggak akan ngerasa dipermalukan, lo tembak

di depan umum gitu?

Windi:    (tiba-tiba masuk membawa bungkusan) Hai semuanya!

Miko:    Hai Win!

Windi:    Sori ya, gue telat. Ini, gue bawa makanan buat lo-lo semua.

Gue juga bawa roti bakar kesukaan lo nih Char, katanya lo

udah lama nggak makan kan? (menyerahkan bungkusan ke

Charli dan Ferdi)

Charli:    Waah, asyiik... (membongkar bawaan Windi) Hari ini kita

emang nggak latihan kok.

Windi:    (bingung) Kenapa?

Ferdi:    Kita mau manggung di Moonbucks. (membagikan makanan kepada

Ryo dan Miko)

Windi:    (tambah bingung) Dalam rangka? Kok gue nggak dikasih tahu?

Miko:    Kita mau ngiringin Charli. Dia mau nembak Sylvia.

WIndi:    (terkejut luar biasa) Sylvia siapa?

Ryo:    Sylvia yang sering makan di Moonbucks… Yang artis itu.

Charli:    Berangkat yuk! Keburu siang nih! Win, lo mau ikut?

Windi:    (menggeleng & memalingkan wajah dari Charli) Gue di sini

aja deh. (sedih)

Charli:    (bersemangat) Doain gue, dong!

Windi:    (tersenyum lemah) Good luck, ya…

Charli:    (senang) Thank you! Yuk, cabut! Makanannya kita bawa ya Win!

Windi:    Iya, bawa aja...

Miko & Ferdi:    (mengikuti Charli)

Ryo:    (menepuk-nepuk bahu Windi, berbisik) Sabar yee…

(mengikuti Charli)

Windi:    (menghembuskan napas setelah semua pergi) Charli… Lo bahkan

nggak inget hari ini gue ulang tahun… (sedih)


 

--------------------------------------------------------

Hunger of comments ;P

Saat Terakhir part 2

Windi dan Tante Maya sedang memasak di dapur. Windi sedang memindahkan panci, tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan dan nyaris terjatuh.

Maya:    (menangkap Windi) Win, kamu kenapa? (mengambil panci

dari tangan Windi)

Windi:    Nggak apa-apa Tante. (memegang dahi) Cuma agak sedikit

pusing aja, tapi sekarang udah nggak apa-apa kok.

Maya:    (mengambilkan air minum) Kamu selalu minum obatmu kan?

Windi:    Iya Tante. (menerima gelas yang diangsurkan Maya, lalu

minum) Makasih.

Maya:    Kayaknya kamu kecapekan ya? Udahlah, nggak usah ngurusin

CRMF lagi. Biar mereka cari manajer lain aja. Kamu kan

sakit, Win.

Windi:    Aku nggak mungkin ninggalin mereka Tante… Nanti siapa lagi

yang bakal ngurusin mereka? Tapi Tante nggak usah khawatir,

aku akan jaga kesehatanku. Tugasku juga nggak berat-berat banget.

Maya:    Terserah kamulah. Ya udah, sekarang kamu istirahat aja dulu. Biar

Tante yang nerusin masaknya. Sana.

Windi:    Makasih ya Tan. (pergi)

 

--------------------------------------------------

We've shot part 1 until this part, and some other parts. Comment, please?

Saturday, April 18, 2009

Saat Terakhir part 1

Suatu pagi menjelang siang di tempat mangkal CRMF. Charli, Ryo, Miko, & Ferdi sedang latihan band seperti biasa. Di tengah-tengah latihan, Charli tiba-tiba berhenti bernyanyi.

Miko:    Kok berhenti Char?

Charli:    (celingak-celinguk) Eh, sekarang jam berapa?

Ferdi:    (melirik jam tangan) Hampir jam 11. Kenapa emang?

Charli:    (menepuk dahi) Aduh, udah mau telat nih! Latihan hari ini

udahan aja ya! (mengambil tas, siap-siap pergi)

Miko:    Lo mau ke mana?

Ryo:    Lo mau ke kafe?

Charli:    (mengangguk) Kita kan butuh uang buat uang pendaftaran

lomba band bulan depan itu.

Miko:    (meledek) Kerja apa ngecengin Sylvia…

Charli:    (tertawa) Kan, sambil menyelam minum air!

Miko:    Char, Char… Jangan mimpi ketinggian dah! Sampe kapan

juga Sylvia nggak akan sadar ada manusia yang namanya Charli!

Ryo:    Lo jangan ngecilin Charli gitu, Ko. (menepuk bahu Charli) Siapa

tahu aja, suatu saat nanti malah Sylvia yang ngejar-ngejar

Charli. Ya nggak Char?

Charli:    Wah, nggak mungkinlah Yo. Lo tuh ada-ada aja. Emangnya

gue siapa? Gue kan bukan siapa-siapa.

Ryo:    Nah, itu lo nyadar lo bukan siapa-siapa. Ngapain lo ngimpi mau

ngedapetin Sylvia yang artis ngetop?

Miko & Ferdi:    (tertawa)

Charli:    Wah, elo Yo! Kirain lo ngedukung gue, huu. (manyun) Udah ah,

gue pergi kerja dulu! (pergi)

Miko:    Eh Char, gue bareng dong. Gue mau ke tempat Bang Doni. Kan

searah tuh. (mengikuti Charli)

Ferdi:    (berteriak pada Charli & Miko) Hati-hati ya!



Di kafe Moonbucks. Sylvia, Luisa, dan Febi masuk ke dalam kafe kemudian duduk di sebuah meja. Charli memperhatikan mereka dari jauh.

Luisa:    Lo semua nggak bosen apa, tiap hari makan di sini melulu?

Sylvia:    Biasa aja sih, soalnya gue suka makanan di sini.

Febi:    Ini kan tempat yang penuh kenangan buat kita… Dulu kan

kita dapet tawaran pemotretan pertama kali ya di sini.

Tawaran syuting pertama buat Sylvia juga dapetnya di sini kan?

Luisa:    Iyaa, tapi kan nggak harus makan di sini setiap hari…

Sylvia:    Jadi lo mau pindah sekarang? Ya udah. (siap-siap berdiri)

Luisa:    Nggak usah, pelayannya udah dateng tuh. (mengedik ke arah

Charli yang berjalan menuju meja mereka). Tapi besok

jangan di sini lagi.

Sylvia:    (mengangkat bahu)

Charli:    Mau pesan apa, Mbak? (menyodorkan menu ke Sylvia, Luisa, Febi)

Sylvia:    (membaca menu) Toms Salad dan Puff Pastry, sama jus stroberi.

Charli:    (mencatat)

Febi:    Saya Cheese World Maccarone sama Coca cola. Coca colanya

jangan dikasih es ya.

Charli:    (mencatat) Oke. Mbak yang satu lagi?

Luisa:    (menutup menu) Samain aja sama Sylvia. (menyerahkan menu).

Charli:    (selesai mencatat) Saya ulang pesanannya ya. Toms Salad dan

Puff Pastry dua, jus stroberi dua, Cheese World Maccarone

satu, sama Coca cola nggak pake es satu. Ada tambahan lain?

Sylvia:    Nggak, itu aja dulu.

Charli:    (mengambil menu dari ketiganya) Pesanannya segera diantar,

silakan tunggu. (pergi)

 

Di perbatasan dapur-ruang kafe.

Charli:    (memegang nampan kosong, menatap Sylvia lekat) Ah, Sylvia…


 

-----------------------------------------------------------------------------------

It's just started… Come on, do comment please!

Saat Terakhir—forewords

As I said before, my group and I are working on a drama for Indonesian subject. We are still shooting—we've just shot 2 scenes, there are still about 20 more scenes. I am really exciting doing the script. The idea was come from our discussion. Each of my group members wrote a part of this script in order to lighten my work. However, I ended up revising them all to my longing, hahahaha.


 

The idea isn't that original, it is influenced by many dramas—especially Korean dramas—and the real story of ST12. You must have known why we are influenced by ST12. Yeah, Vino is one of my group members. You may think this drama is 'totally ST12' because we even pick their song as our title. To be honest, I myself feel a bit irritated with the fact 'Saat Terakhir' has taken as ST12's song title. I forced my self to find another catchy title. After long uninspiring days, I decided to pick it as our title. My group members did submit suggestions, but their suggestions are "too sinetron and not creative at all".


 

I won't write about the plot in this post; I'll post the script partially later. This time I only want to introduce this script and write about the characters and the casts first.


 

Scriptwriter: Nizz

Directors: Faye & Nizz

Cameramen: Nizz & Faye


 

Major Characters

CRMF—the band

Vino as Charli; the vocalist

Jared as Ryo; the keyboardist

Agto as Miko; the guitarist

Faye as Ferdi; the bassist


 

Nana as Windi; manager of CRMF

Latfi as Sylvia; a model and actress


 

Minor Characters

Nizz *me* as Lilyana; the producer of CRMF

Augi as Luisa; a model and actress, Sylvia's friend

Anni as Febi; a model and actress, Sylvia's friend

Tina as Maya; Windi's aunt and doctor

Anni as Dita; new manager of CRMF

Tina as Rene; anchor of Gen FM


 


 

I'll post the first part next time. Hope you read and enjoy it. After that, do comment please so I'll know your opinion on my script. Thanks, enjooooyyy!