Tahun 2010 ditutup dengan ending sebagai berikut: gue daftar kursus nyetir, sedang menikmati liburan semester 1 sambil deg-degan nunggu 10 Januari (nilai keluar), mencoba menyelesaikan ide-ide yang lama terbengkalai, dan yang terpenting... sibuk mendownload :D
Tahun 2010 stasiun-stasiun TV Korea sedang berbaik hati menggelar konser-konser yang asyik punya. Kalo 2009 cuma ada SBS Gayo Daejun, 2010 ini KBS bikin Gayo Daechukje dan MBC juga bikin Gayo Dajejun. Walaupun performersnya rata-rata sama dan lagu yang dibawain juga itu-itu juga, tapi kan ada banyak special stage dan collaborations yang asoy punyaaa :D
Dan dari sekian banyak special stage dan collaborations, yang paling bikin gue loncat-loncat adalah Jung Jinwoon ngebawain Hysteria (aslinya lagu Muse) di KBS Gayo Daechukje. Walaupun nggak sespektakuler collabnya Changmin-Junsu-Jonghyun-Yoseob bawain Bohemian Rhapsody dan It's My Life, nggak seasyik Jo Kwon ngebawain Baby-nya JB, atau se-canggih collaboration dance 2AM-Miss A // Miss A-2PM // SHINee-f(x) // Nichkhun-Victoria atau se-wah collaboration FT Island-CN Blue dan lain-lain sebagainya itu, tapi tetep ajaaaa~~ DI SITU JINWOON MAIN GITAR, EUY! Kyaaa~~~ *dies*
Di video itu 2AM solo medley. Pertama Changmin bawain Video (India Arie), trus Seulong bawain Beautiful Monster (Ne-Yo), abis itu Jinwoon bawain Hysteria (Muse), baru deh Jo Kwon bawain Baby (JB).
Sayang gak ada foto pas Jinwoon lagi nyanyi sambil gitar di situ :x ntar gue cut dulu deh kkkk :D
Dan yang paling membuat this new year becomes more perfect is... DONG BANG SHIN KI WILL RELEASE NEW ALBUM ON JANUARY 5 2011! Teasersnya udah ada di akun youtube SM Entertainment. Oh, betapa gue jingkrak-jingkrak tiap kali liat teaser yang cuma 30 & 50 detik itu. Ampun dah. Tapi emang keren banget sih.. Bener-bener menunjukkan kelasnya DBSK, not an ordinary boyband :) Cek aja teaser ketiganya ini, 50 detik:
ANDAI saja itu isinya 5 orang, bukan cuma 2.. Pasti kejadiannya album ini akan jauh lebih dahsyat dari Mirotic! Konsepnya mantap.. I wonder how Jaejoong, Yoochun, and Junsu will look like in this concept. Argh.
However, let's be a good Cassiopeia *means download their album right after it's uploaded at ihoneyjoo* and always keep the faith.
Saturday, January 1, 2011
New Year..
라벨:
2am,
dbsk,
jinwoon,
keep your head down,
teaser
teddy bears. chocolate. casual fan of K-ballads. graduate student of Modern Korean Literature Department, Kyung Hee University. KGSP 2014 awardee.
Monday, December 13, 2010
Petang Kreatif @ Festival Budaya 2010
It's for this we worn our bodies out the last three weeks...
We went home veeeery late at night the last two days before the D day (Saturday 11 2010). People started to suffer from flu, cold, cough, diarrhea... and their friends. We're lacking of sleep, of course (and money too LOL). And on the D day...
I still practiced to change Diarta's jacket with Golda seonbae. We couldn't do it less than 15 seconds. We practiced over and over and over for almost an hour, and finally, we could do it in 8 seconds *proud*
Introducing.. the main casts and the director :) (Left to right) Riris as Sujin, Kara as Sanghyeok's mother, Raras seonbae the director, and Diarta as Sanghyeok. This was taken after the performance.
All crews of 'A Girl in CD Store' performance. Well, not really all of us, truthfully...
Shoot. Me with Arie seonbae's hat. It was supposed to be worn by Diarta in the 4th scene but since we've found it very difficult to change his jacket only, so we decided he's not going to wear the hat. And in order for me to not forgetting where I put the hat, I put it on my head. Then Golda seonbae clicked her camera on me, and... this is the result. FYI, the jacket wasn't mine as well, it's my sister's kkkk.
The result of all our hardwork all this time?
THE BEST SCRIPT OF PETANG KREATIF 2010.
Thank you especially for Alvin seonbae the scriptwriter :)
I really wanted to be the scriptwriter of our performance, but due to some conflicts, I ended up being Diarta's costume coordinator kkk. It felt like turning into Wang Coordi (of A.N.Jell), hahaha :D
teddy bears. chocolate. casual fan of K-ballads. graduate student of Modern Korean Literature Department, Kyung Hee University. KGSP 2014 awardee.
Saturday, November 20, 2010
Betapa
Betapa repotnya untuk romantically involved with someone.
Dan betapa lebih repotnya lagi untuk jadi tempat curhat one of those who romantically involved.
사실은... I don't want to get involved in someone's relationship.
I don't want to interfere or anything. I only wish they who involved to be happy, that's it.
Tapi kalo kayak begini repot juga urusannya -____________-"
Satu. Gue itu tipe yang kalo orang yang gue suka ternyata suka sama orang lain, oh, yaudah. Trus tau-tau besoknya gue suka sama orang lain lagi.
Dua. Gue itu tipe yang kalo orang yang gue suka deket sama orang lain yang dia pernah suka, oh, yaudah. Toh orang yang gue suka itu kan perlu bersosialisasi, termasuk sama orang lain yang pernah dia suka.
Mungkin orang lain di luar sana menganggap aneh, tapi, cobalah berpikirnya begini: diri kita spesial bagi orang yang kita suka (karena dia juga suka kita). Kita memiliki tempat khusus yang tidak bisa dijamah orang lain. Meskipun orang yang kita suka sekonyong-konyong dekat kembali dengan orang yang pernah dia suka dan bertepuk sebelah tangan dulu, tapi yakinlah bahwa kita itu spesial untuk orang yang kita suka itu.
Lagipula, bukannya itu yang dinamakan percaya pada pasangan ya? *untuk orang-orang yang sedang berada dalam sebuah hubungan*
Jealous is natural; it's even needed. However... don't you think you need to control yourself of being jealous over something that simple?
Semoga saja yang gue dapet besok bukan sesuatu yang malah bikin gue tambah jadi pelanduk yang kejepit di antara dua gajah, amin!
Dan betapa lebih repotnya lagi untuk jadi tempat curhat one of those who romantically involved.
사실은... I don't want to get involved in someone's relationship.
I don't want to interfere or anything. I only wish they who involved to be happy, that's it.
Tapi kalo kayak begini repot juga urusannya -____________-"
Satu. Gue itu tipe yang kalo orang yang gue suka ternyata suka sama orang lain, oh, yaudah. Trus tau-tau besoknya gue suka sama orang lain lagi.
Dua. Gue itu tipe yang kalo orang yang gue suka deket sama orang lain yang dia pernah suka, oh, yaudah. Toh orang yang gue suka itu kan perlu bersosialisasi, termasuk sama orang lain yang pernah dia suka.
Mungkin orang lain di luar sana menganggap aneh, tapi, cobalah berpikirnya begini: diri kita spesial bagi orang yang kita suka (karena dia juga suka kita). Kita memiliki tempat khusus yang tidak bisa dijamah orang lain. Meskipun orang yang kita suka sekonyong-konyong dekat kembali dengan orang yang pernah dia suka dan bertepuk sebelah tangan dulu, tapi yakinlah bahwa kita itu spesial untuk orang yang kita suka itu.
Lagipula, bukannya itu yang dinamakan percaya pada pasangan ya? *untuk orang-orang yang sedang berada dalam sebuah hubungan*
Jealous is natural; it's even needed. However... don't you think you need to control yourself of being jealous over something that simple?
Semoga saja yang gue dapet besok bukan sesuatu yang malah bikin gue tambah jadi pelanduk yang kejepit di antara dua gajah, amin!
teddy bears. chocolate. casual fan of K-ballads. graduate student of Modern Korean Literature Department, Kyung Hee University. KGSP 2014 awardee.
맹부 상천 지교, Father and Son: The Story of Mencius
-------------------------------------------------------------------------
Maeng Mansu, tokoh utama film ini, adalah seorang single parent. Ia memiliki seorang putra yang duduk di sekolah menengah atas bernama Maeng Sasung. Mansu sangat menyayangi putranya dan bertekad bahwa Sasung harus kuliah di Seoul National University karena menurutnya, pendidikan terbaik ada di sana. Menurut Mansu, jika Sasung kuliah di SNU, Sasung akan punya peluang lebih besar untuk sukses dan memiliki penghidupan yang lebih baik.
Bagi Mansu, yang terpenting dalam hidupnya adalah Sasung. Ia akan marah jika ada yang menghina putranya, seperti yang ditunjukkan oleh adegan pembuka film ini. Ia bertengkar dan mengusir wanita yang hendak membeli ikan di kiosnya karena wanita tersebut menghina anaknya. Di atas segalanya, Mansu beranggapan bahwa Sasung harus kuliah di SNU apapun yang terjadi. Ketika Sasung pingsan dan mimisan di sekolah karena kelelahan, Mansu kemudian memutuskan untuk pindah ke Gangnam yang letaknya lebih dekat dengan SNU (sehingga kalau menurut 1 km rule, peluang untuk masuk SNU lebih besar). Padahal sebenarnya saat itu Mansu tidak punya uang sehingga terpaksa harus meminjam ke rentenir. Temannya Mansu yang sering meminjami uang pun telah memperingatkan bahwa tindakannya berisiko dan rentenir itu orangnya kejam.
Di gedung apartemennya yang baru, Mansu mempunyai tetangga bernama Hyunjung. Hyunjung ternyata teman sekelas Sasung di sekolah barunya. Hyunjung memiliki paman, Choi Kangdoo, yang ikut tinggal di apartemennya. Pamannya itu seorang kkangpae dan memiliki tiga orang anak buah yang juga tinggal di apartemen Hyunjung.
Pada awalnya, Mansu mencoba menjadi tetangga yang baik dengan mengirimkan makanan ke apartemen Hyunjung yang diterima oleh anak buah Choi Kangdoo. Akan tetapi, Mansu kemudian berbalik membenci Kangdoo dan anak buahnya karena tindakan-tindakan mereka membuat Sasung tidak bisa belajar. Kangdoo dan anak buahnya berkaraoke keras-keras, membuat semua ibu-ibu tetangganya menyambangi apartemen mereka. Hanya saja, begitu Mansu berkata bahwa Kangdoo adalah kkangpae yang jahat dan bengis, para ibu tersebut membubarkan diri.
Mansu lalu memimpin gerakan ibu-ibu menentang keberadaan kkangpae di lingkungan mereka dan menuntut Kangdoo dkk untuk pindah. Secara tidak sengaja, Kangdoo mendengar bahwa ibu-ibu tersebut juga sedang memprotes pembangunan motel di sekitar lingkungan apartemen mereka. Kangdoo dan anak buahnya kemudian menggagalkan pembangunan motel tersebut. Segera saja, Kangdoo dianggap sebagai pahlawan dan ibu-ibu tersebut melupakan apa yang mereka perjuangkan dengan Mansu. Ketika anak buah Kangdoo berkata bahwa kali itu mereka melakukannya dengan fair and square, tidak menggunakan pukulan dan pisau, Hyunjung mencibir.
Mansu marah karena tidak berhasil mengusir Kangdoo. Di saat itu, ia mengetahui Sasung mendapatkan nilai yang jelek. Ketika sedang memukuli Sasung atas nilai jeleknya itu, Hyunjung menelepon dan salah mengira Mansu sebagai Sasung. Hyunjung menyebut dirinya sebagai ‘istri Sasung’. Mengetahui Sasung pacaran, Mansu mengamuk dan hendak menghancurkan laptop yang biasa digunakan Sasung. Tanpa sengaja, ia mengetahui bahwa Sasung berpacaran dengan Hyunjung. Mansu shock.
Beberapa hari setelahnya, Hyunjung berulang tahun. Kangdoo dan anak buahnya mempersiapkan pesta perayaan di apartemen mereka, namun Hyunjung yang ditunggu tidak kunjung pulang. Hyunjung justru pergi merayakan ulang tahunnya bersama Sasung dengan minum-minum. Hyunjung dan Sasung pulang larut malam dengan keadaan Hyunjung mabuk berat.
Kangdoo merawat Hyunjung yang sedang mabuk. Saat hendak menggantikan pakaian Hyunjung, Hyunjung muntah di tangan Kangdoo. Kangdoo tidak merasa jijik, tetapi Hyunjung kemudian berkata kalau Kangdoo lebih buruk daripada fishmonger. Anak buah Kangdoo berkomentar bahwa Hyunjung tidak menyadari betapa Kangdoo dan anak buahnya sangat menyayangi Hyunjung.
Keesokan harinya, Mansu ditagih oleh rentenir yang meminjaminya uang untuk pindah rumah. Karena Mansu tidak mampu melunasi utangnya, ia memberikan surat kepemilikan kiosnya dengan syarat, si rentenir harus membunuh Kangdoo. Hanya saja, Kangdoo dan anak buahnya terlalu kuat bagi rentenir dan pengikutnya. Begitu Kangdoo tahu kalau si rentenir disuruh oleh Mansu, Kangdoo balik menyuruh rentenir agar menghabisi Mansu.
Kangdoo hendak menjemput Hyunjung sepulang sekolah karena hari hujan. Tetapi ia justru memergoki Hyunjung pulang bersama Sasung. Kangdoo marah. Ia berkata Hyunjung telah membuat keputusan yang salah berpacaran dengan Sasung dan ia akan menyesalinya. Mendengar hal itu, Hyunjung balik marah dan meninggalkan Kangdoo.
Sesampainya di rumah, Sasung tidak bisa menemukan Mansu. Menduga Kangdoo pasti tahu sesuatu, Sasung memohon pada Kangdoo agar mencarikan ayahnya. Kangdoo dan anak buahnya berpura-pura tidak tahu. Hyunjung juga ikut memohon pada Kangdoo, tetapi Kangdoo tetap tak bergeming. Akhirnya Hyunjung menawarkan diri untuk melakukan pertukaran. Jika Kangdoo mau menunjukkan di mana Mansu berada, Hyunjung mau memanggil Kangdoo dengan sebutan “ayah”.
Rupanya, si rentenir itu mengubur Mansu hidup-hidup. Begitu diantarkan kembali ke gedung apartemennya, Mansu mencari Kangdoo dan berkelahi di tempat parkir sampai masing-masing babak belur dan kehabisan tenaga. Keduanya lalu pergi minum arak bersama.
Kangdoo bercerita bahwa sesungguhnya Hyunjung adalah putrinya dari teman kencannya. Dulu, teman kencannya menyerahkan Hyunjung kepada Kangdoo. Karena saat masih muda Kangdoo aktif sebagai kkangpae dan dinilai tidak mampu mengurus anak, maka kakaknya mengadopsi Hyunjung. Mansu ganti bercerita kalau pasca kematian istrinya dulu, kerjaannya hanya mabuk-mabukan sepanjang hari. Ia menelantarkan Sasung kecil sampai Sasung kurus kering. Ketika ia sadar dari mabuknya, tekad Mansu agar Sasung kuliah di SNU tumbuh. Demi mewujudkannya, ia berhemat sehingga jika ingin minum arak, Mansu selalu mencampurnya dengan susu. Ketika sedang bercerita, tiba-tiba Mansu pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Di saat bersamaan, Sasung juga dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan saat rehearsal. Ia tersengat listrik ketika sedang menyanyi. Mansu tidak bisa menerima kenyataan Sasung diam-diam tetap menyanyi di belakangnya. Sejak kecil, Sasung jago bernyanyi dan pernah ada yang meramalkan Sasung akan menjadi penyanyi terkenal. Namun, Mansu tidak mengizinkan Sasung bernyanyi karena yang terpenting baginya adalah Sasung harus kuliah di SNU. Padahal sebenarnya Mansu sendiri dulu senang karaokean.
Menurut Mansu, keinginannya agar Sasung masuk SNU itu berdasarkan permintaan istrinya sebelum meninggal. Padahal, sesungguhnya saat upacara doljabi dulu, Sasung telah memilih mikrofon, menandakan ia akan menjadi penyanyi. Melihat itu, ibunya hanya berkata ia berharap Sasung akan tumbuh dengan sehat.
Sementara itu, Kangdoo merasa dirinya tidak akan bisa merawat Hyunjung dengan baik. Ia memutuskan untuk mengirim Hyunjung tinggal di luar negeri bersama ibu kandung Hyunjung. Hyunjung mendengar percakapan Kangdoo itu telepon, tiba-tiba menangis.
Setelah keluar dari rumah sakit, Mansu kembali bekerja di kiosnya. Hyunjung dan Kangdoo mendatangi Mansu di kiosnya. Kangdoo berkata mereka akan segera pindah sehingga Mansu bisa tinggal dengan tenang. Hyunjung menyerahkan tiket konser Sasung dan meminta agar Mansu datang untuk mendukung Sasung.
Sebelum mulai bernyanyi, Sasung berkata bahwa ini adalah konser pertama dan terakhirnya. Lagu yang ia nyanyikan rupanya adalah lagu yang ia buat untuk ayahnya. Di tengah-tengah lagu, Mansu tiba-tiba datang. Sasung terkejut, menangis, dan tidak bisa melanjutkan bernyanyi.
Beberapa waktu kemudian, Sasung dan Hyunjung berkomunikasi lewat video chatting. Hyunjung kini tinggal di Kanada bersama Kangdoo dan anak buahnya. Kangdoo berhenti menjadi kkangpae dan membuka usaha kios ikan seperti yang dilakukan Mansu dulu. Sasung sedang bersiap-siap menghadapi tes Pre-SAT. Ia akan melanjutkan kuliah ke jurusan musik, bukan ke SNU lagi. Sedangkan Mansu kembali hobi karaokean. Teman Mansu yang dulu sering meminjami Mansu uang kini juga pindah ke apartemen seberang Mansu dengan alasan yang sama dengan Mansu dulu. Sekarang keadaannya seolah terbalik: teman Mansu berada di posisi Mansu dulu, sedangkan Mansu ada di posisi Kangdoo.
Ada beberapa hal yang menarik dan bisa dijadikan pelajaran dalam film ini. Pertama, budaya memberi makan kepada tetangga yang ditunjukkan oleh Mansu. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari perhatian kepada tetangga yang adalah bagian dari ajaran Mensius. Kesetiakawanan ditunjukkan oleh karakter teman Mansu yang sering meminjami uang. Walaupun dengan mengomel, ia tetap membantu menjagakan kios Mansu tiap kali Mansu tiba-tiba pergi.
Selain itu, di film ini juga diperlihatkan betapa orang tua (yang diwakili oleh Mansu dan Kangdoo) sangat menyayangi anaknya, terlepas dari bagaimana mereka menunjukkan kasih sayang mereka. Mansu nampak seperti ayah yang tidak demokratis dan memaksakan kehendaknya agar Sasung kuliah di SNU, tetapi itu semua ia lakukan demi yang terbaik untuk Sasung dalam pandangannya. Anak terkadang tidak menyadari betapa orang tua menyayanginya, seperti Hyunjung yang tidak menyadari bahwa Kangdoo dan anak buahnya sangat menyayanginya.
Orang tua akan melakukan apa saja demi anaknya. Mansu rela meminjam uang kepada rentenir, berkelahi dengan Kangdoo dan anak buahnya, semua ia lakukan demi Sasung. Kangdoo dan anak buahnya demi Hyunjung pun rela berhenti menjadi kkangpae dan mencari pekerjaan yang ‘normal’. Meskipun begitu, di film ini juga digambarkan bahwa betapapun kerasnya orang tua berusaha, mereka tidak bisa memaksakan kehendak pada anaknya. Sekeras apapun Mansu melarang Sasung menyanyi (saat kecil Sasung bahkan dilempari ketika bernyanyi) dan memaksanya belajar, Sasung tetap tidak mendapatkan nilai yang terbaik karena keinginan kuat untuk kuliah di SNU bukan berasal dari dirinya, dan justru diam-diam tetap bernyanyi.
Walaupun terkesan berlebihan, film ini cukup menggambarkan bagaimana orang Korea ‘senang’ sekali memukul kepala orang. Untuk mendiamkan Sasung kecil, misalnya, Mansu melemparinya dengan balok kayu kecil. Untuk melerai muridnya pun, guru Hyunjung memukul kepala sang murid.
Secara keseluruhan, film ini tidak hanya berhasil menghibur penontonnya, tetapi juga berhasil menyampaikan pesannya dengan baik.
teddy bears. chocolate. casual fan of K-ballads. graduate student of Modern Korean Literature Department, Kyung Hee University. KGSP 2014 awardee.
Wednesday, November 10, 2010
Korean Culture Day 2010: After Story
Let the pictures talk :)
Kapan-kapan yang lain diupload lagi dan diceritain beberapa detilnya (kalo sempet hehehe)
Yosh, KCD has over, but there are still many things to do... in the name of Hanguk Hagwa Indonesiadaehakgyo.
teddy bears. chocolate. casual fan of K-ballads. graduate student of Modern Korean Literature Department, Kyung Hee University. KGSP 2014 awardee.
Sunday, October 10, 2010
Berjalan di Atas Jembatan
여러분~ pada tahu kan jembatan penyeberangan di deket halte UI yang di depan Markas Komando Resimen Mahasiswa?
Nah, jadi kemaren ceritanya abis pulang kerja kelompok di asrama, jalanlah gue seorang diri dari asrama ke halte itu *bukannya naik bikun #plak* Waktu kerja kelompok yang dulu kan pulangnya nebeng Abdu sampe dia mau ke Margonda lagi, gue belok ke Kelapa Dua. Nah, tadi Abdu gak dateng. Entah kenapa kemaren pede banget, sempet mikir, "Ah, cuma tinggal ke halte, naik jembatan, turun lagi, naik angkot, selesai."
Oke. Jadi prinsip dasarnya begitu. Ke halte, naik jembatan, turun lagi, naik angkot, selesai.
Tapi waktu mikir itu gue lupa sesuatu hal yang fatal.
Jembatan itu di bawahnya ada dua arah mobil yang setiap arahnya dua jalur. Dan di antara dua arah itu ada rel kereta api dua jalur.
Yang artinya jembatan itu panjang banget!
Dan gue nggak pernah suka naik jembatan apapun.
Dan gue naik jembatan itu sendirian.
Dan jembatan besi itu nggak punya spanduk atau apapun yang menghalangi pandangan gue ke samping-sampingnya.
Dan orang yang lewat jembatan itu dikit banget.
Dan pas gue nyampe di tengah-tengah jembatan ada kereta lewat!
Gue tahu, sebenernya gue nggak akan kenapa-napa. Gue akan bisa ngelewatin jembatan itu dengan baik-baik aja.Nggak akan terjadi apa-apa yang konyol bin extraordinary. Scrap tahu-tahu jembatannya roboh lokal pas ada kereta lewat itu bahkan di film juga udah jarang dipake.
Tapi sodara-sodara, itu jembatan besi yang udah keropos di mana-mana...
Walhasil pas turun dari jembatan gue mandi keringet dan kaki rasanya kayak dari plastik.
Alhamdulillah gue nyampe di bawah baik-baik aja.
Alhamdulillah gue sukses nyeberang lewat jembatan itu.
But have I overcome my fear?
Sabodo lah. Yang penting kemaren sukses lewat.
teddy bears. chocolate. casual fan of K-ballads. graduate student of Modern Korean Literature Department, Kyung Hee University. KGSP 2014 awardee.
Sunday, October 3, 2010
Lotte
What do you know about Lotte?
Zaman TK & SD: perusahaan yang bikin permen karet Lotte.
Zaman SMP: perusahaan yang bergerak di industri makanan.
Zaman SMA: perusahaan yang bergerak di industri makanan dan kayaknya punya hubungan sama Lotte Mart yang tau-tau ngegantiin Makro Pasar Rebo dan iklan Lotte Duty Free-nya JYJ, Big Bang, Rain, Park Yong Ha, dan Song Seung Hun.
Zaman kuliah: perusahaan asal Korea Selatan yang mungkin macem Unilever gitu. Bergerak di macam-macam bidang, terutama di makanan dan retail. Lotte Mart punya cabang di Cina, Vietnam, dan Indonesia selain di Korsel sendiri. Di Korea Selatan ada juga Lotte World, yang mirip-mirip Disneyland gitu lah konsepnya. Lotte Foundation baru-baru ini ngasih beasiswa untuk 8 orang mahasiswa UI (2 orang FE, 4 orang Bahasa dan Kebudayaan Korea 2008, 2 orang Bahasa dan Kebudayaan Korea 2009) senilai 600 USD per semester. Selepas kuliah, mereka bisa kerja di Lotte Group. Yum. Gue pengen dapet beasiswa dari Lotte jugaaaa~~
라벨:
lotte
teddy bears. chocolate. casual fan of K-ballads. graduate student of Modern Korean Literature Department, Kyung Hee University. KGSP 2014 awardee.
Subscribe to:
Posts (Atom)




