Sunday, September 18, 2011

Penggalauan

MABIM sudah selesai, dengan tiadanya kenangan indah karena the Queen tidak hadir sama sekali berhubung Ibundanya meninggal di hari pertama Lebaran *turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, Kak :'/* Kestari juga kerjanya lumayan keras karena banyak sekali yang harus direkap (reguler paralel dicampur kan) dan harus mulai nyusun LPJ. Trus saya juga nggak kedapetan nonton persembahan Acara, videonya HPD, dan persembahan Disiplin. Dan tidak ada recharge dari the Queen. Good. Mari lupakan MABIM.

Seminggu awal masuk saya harus bolak-balik ke JIKS tiga kali. Kamis untuk gladi resik Korean Day, Jumat untuk acara Korean Day-nya, dan Minggu untuk tes 한국어능력시험 a.k.a Test of Proficiency in Korean a.k.a TOPIK. Bergaul dengan para orang Korea untuk beberapa waktu, dengan segala lika-likunya... Hahahaha. Satu note saya tentang fakta lucu di JIKS: anak SMP-nya mungil-mungil sedangkan anak SMA-nya menjulang kayak tiang listrik. Saya dan teman-teman saya yang notabene sudah kelas 14 alias kuliah tingkat 2 kelihatan seperti anak kelas 9 atau kelas 10. Oke. Sampai di sini saja pembicaraan mengenai tinggi badan.

Hal menyebalkan yang menyangkut judul posting saya kali ini... Well, semuanya dimulai gara-gara seorang teman yang mengajak saya chat kemarin sore dan baru berakhir jam 12 malam. Padahal harusnya saya belajar buat TOPIK -,- *untung masih 초급 --beginner* Dia curhat tentang banyak hal (yang menyangkut seorang penyandang kromosom XX yang adalah teman-bangetnya saya). Dari curhatan panjang dan nggak habis-habisnya itu, pandangan saya terhadap si pelaku curhat ini berubah cukup drastis. Rupanya dia nggak seperti apa yang saya sangka. Dia memang orangnya susah dibaca, susah ditebak, susah dipahami, intinya, dia bukan orang yang mudah diajak bergaul. Padahal dia sopan banget lho, tapi dia termasuk orang yang banyak antis-nya (ya ampun, macem idol aja). Selain itu, si pelaku curhat ini juga punya predikat playboy cap gajah (meskipun saya tidak pernah mendapati sendiri secara langsung bukti bahwa ia adalah playboy).

Ia cerita banyak tentang kegalauan-kegalauannya, bagaimana ia mengekspresikan salah tingkahnya, which surprisingly mirip banget sama yang pernah saya alami beberapa saat lalu. Setelah puas mencurahkan kegalauannya, justru saya jadi ketularan galau. Gantianlah saya yang curhat, mostly cerita tentang suatu periode dalam hidup saya dimana ada banyak kisah dengan teman dekatnya si pelaku curhat ini.

Mengorek-ngorek memori tentang periode itu membuat ketularan saya semakin menjadi-jadi --apalagi ditambah tugas 쓰기-nya Bu Im yang abstrak dan meresahkan jiwa, plus ada jam Munhaksa besok--  bukti nyatanya, postingan blog ini. Anda yang membaca pasti merasakan kalau posting ini sangat tidak terstruktur dan kacau balau. Begitulah adanya kepala saya sekarang.

Apakah saya ingin kembali ke periode itu?
Tidak. Saya cukup yakin dengan jawaban saya tersebut.
Periode itu adalah fling yang menyenangkan untuk saya, dan di saat yang sama (menurut saya) melukai teman si pelaku curhat tersebut.
Saya tidak pernah berkesempatan mengucapkan maaf atas kejahatan yang telah saya lakukan kepada orang itu (dan rasanya tidak mungkin diucapkan juga). Jadi hal terbaik yang saya bisa lakukan untuk dia adalah tidak menyakiti dia lagi. Itu berarti stay like this. Jangan coba-coba balik lagi.

마지막은... Sepertinya fling saya pindah ke tempat lain.
Yang paling saya takutkan, kalau fling-nya pindah ke tempat itu...

Wednesday, September 7, 2011

#2comebacks1tvxq

#2comebacks1tvxq Yunho @mjjeje @6002theMicky @0101xiahtic Changmin
No, I'm not being sentimental, people. I'm being supportive to all of them. To Jung Yunho. To Kim Jaejoong. To Park Yoochun. To Kim Junsu. To Shim Changmin.
To Dong Bang Shin Ki. The boyband with the largest official fan club members in the world. The boyband who debuted on December 26, 2003. The boyband who went through all those hardships in order to stand on this state. The boyband who is currently on separation.
 

Monday, August 29, 2011

Don't judge a book by its cover; pengalaman membuktikan

Itu peribahasa bukan sembarang peribahasa. Kenapa? Mewujudkannya susah euy. Walaupun kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak berprasangka buruk, pasti ada saat-saat di mana secara tidak sadar kita akan berprasangka buruk. Yah, seperti acara Buka Puasa Gembira Ria bersama Sastra Korea UI hari Sabtu kemarin ini...

Acara bukber di ZOE ini dilaksanakan atas latar belakang yang agak nggak enak. Pengurus HWARANG (2009) setelah diskusi sama Bu CTB memutuskan tahun ini Graduation 2007 digabung sama Halal Bihalal dan gak ada buka puasa bersama. Tapi hal ini gak diberitakan ke angkatan-angkatan atas dan tiba-tiba saat tinggal H-seminggu, seorang senior (super tua) 'meledak'lah di grup facebook Sastra Korea semua angkatan. Kemudian beberapa senior lain (2008) berinisiatif bikin bukber dadakan tanpa proposal dan hal-hal ribet lainnya, di ZOE.

Waktu tiba di ZOE, saya gak langsung ke atas karena 1) takut kalo ketemu segitu banyak senior sendirian 2) mau baca Skip Beat! 19 dulu hehehehe :D  Saya baru naik ke lantai 2 (tempat acara) sekitar jam setengah 6, setelah semua anak 2010 datang (yang ternyata cuma enam orang! T.T)  Takutlaaah saya menghadapi segitu banyak senior... Apalagi keadaan di grup facebook itu tidak bisa dikategorikan menyenangkan, dan sejak kapan sih segitu banyak senior akan tampak begitu bersahabat?

Thursday, August 25, 2011

Efek samping PSA-Mabim FIB UI 2011

Jadi seperti yang sudah saya ceritakan di post saya sebelumnya, saya bikin 'rusuh' di evaluasi PSA nonreguler hari kedua. Nah, rupanya, rusuh saya itu punya side effect :D

Saya dan kawan seperjuangan nulis notulen dan mintain absen (alias sesama Kestari), satu hari setelah PSA nonreguler asyik SMSan. Kami berdua ini sama-sama Cassiopeia, bedanya dia die hard Cassie dan die hard Yunjae shipper. Waktu lagi nganggur pas PSA, kita nontonin video-video jadul DBSK dan SMTown. Nah, balik ke soal SMSan itu. Saya dan kawan seperjuangan ini sama-sama fangirlnya the Queen. Siapa the Queen? Salah satu orang yang selalu ada waktu PSA-Mabim kemarin dari pagi sampai malam. Yang mana? Tebak sendiri doong...

Kenapa kita berdua memilih untuk ngasih code namenya the Queen? Karena orang itu memiliki wajah dan suara yang luar biasa lembut. Tindakan-tindakannya juga super lembut. Sumpaaah, lembuuut banget. Menurut kawan seperjuangan saya itu, dia punya aura queen seperti Mami Jae (?). Itulah kenapa akhirnya tuh makhluk lembut menyandang nama the Queen.

Perbincangan kami berdua berlanjut ke topik 'Bagaimana kalo pas Mabim evaluasinya tanpa mic lagi trus orang-orang berisik'. Merujuk ke tindakan saya di evaluasi terakhir, kawan seperjuangan saya menyarankan,

'langsung aja lo duduk di sebelahnya persis, trus lo ambil rambutnya beberapa helai buat dijadiin sampel untuk diteliti dan dibikin kloningan'

PSA-Mabim FIB UI 2011 part 2

Ada beberapa hal penting yang terlewatkan di post saya sebelumnya. Well, mungkin nggak benar-benar penting sih~ ;P


Newly-found long-lost brother
Saya adalah anak sulung, dan semua cerita tentang kakak atau abang itu pasti merujuk pada kakak sepupu atau guru privat saya yang sudah seperti abang sendiri (saking dekatnya dengan orang tua saya). Tapi tahukah Anda, di PSA reguler hari pertama sore-sorenya, tiba-tiba Kak Nuni bilang kalo.. Saya kayak adenya PJ Transportasi karena wajah kita berdua mirip banget.

Reaksi pertama saya: bengong. Ya iyalah, mau ngapain lagi coba? Wong menurut saya kita berdua nggak ada mirip-miripnya sama sekali -,-'

Makin hari, kabar bahwa "PJ Transportasi punya ade di Kestari" pun makin tersebar ke mana-mana. Mulai dari PJ HPD yang dengan senang hati jadi selalu manggil saya dengan nama PJ Transportasi, trus ke PJ Disiplin, sampai akhirnya pas evaluasi PSA nonreguler hari kedua, bu Sekum dan Pak PO juga tahu. Dan karena kebetulan yang aneh, divisi Transportasi duduk di belakang divisi Kestari, jadilah para BPH yang duduk di sekitar situ (dengan semangat '45) meminta saya dan 'kakak saya' untuk berfoto bersama untuk membuktikan bahwa kami berdua itu mirip.

Wednesday, August 17, 2011

PSA-MABIM FIB UI 2011

No, this won't be a report about PSA-MABIM FIB UI 2011 (duh, namanya panjang bener deh -,-)
Cuma mau menggambarkan bagaimana senangnya (dan capeknya dan kesalnya dan lain-lainnya) saya di kepanitiaan ini dan beberapa hal yang paling tidak bisa saya lupakan.

Oh ya, PSA-MABIM FIB UI 2011 itu singkatan dari Pengenalan Sistem Akademik dan Masa Bimbingan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia 2011. Semua anak UI pasti ngerti apa itu Pengenalan Sistem Akademik dan Masa Bimbingan (serta makna yang tersembunyi di balik nama itu -,-').

Nisa~
It's really have been a long time since I was called Nisa. Terakhir kali waktu kelas 3 SD. Di rumah saya emang dipanggil Anis, tapi dulu di sekolah saya dipanggil Nisa. Cuma sejak kelas 4 SD guru kelas saya ikutan manggil Anis dan sejak saat itu semua orang manggil saya Anis. Nggak ada masalah sih, tapi dipanggil Nisa rasanya lebih so sweet aja~ /jeduk/ :D

Pemrakarsanya adalah Kak Nuni, PJ Kestari (yep, saya masuk Divisi Kestari doong :D). Kak Nuni ini orangnya lembut, imut, dan unyu unyu banget jadi waktu manggil saya Nisa kedengerannya jadi super unyuu :3 Gara-gara Kak Nuni, semua temen-temen di Divisi Kestari manggil saya Nisa juga :3

Thursday, August 4, 2011

"Namjanya berapa?" "Ada namja yang cakep gak?"

Itu adalah dua pertanyaan paling standar yang pasti akan diajukan pada semua mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea UI, terutama kepada mahasiswa baru. Dua pertanyaan tersebut tentu dilontarkan hanya oleh para mahasiswa Sastra Korea angkatan-angkatan atas --karena kalo yang nanya orang lain, pertanyaannya berubah jadi "Sastra Korea cowoknya ada berapa?"

Sebenarnya itu pertanyaan yang sangat wajar ya, tolong garis bawahi dan bold dan italic juga. Soalnya kan Sastra Korea terkenal seantero UI sebagai jurusan dimana laki-laki adalah spesies super langka. Dan mempertimbangkan fakta bahwa hampir 80% di Sastra Korea adalah mahasiswi, bukan hal yang aneh dong kalo mereka tertarik mengetahui berapa banyak lawan jenisnya yang akan mencoba peruntungan (atau mungkin terjerembab -,-) di dunia antah berantah ini.

Tapi semua itu jelas bukan justifikasi sehingga para penyandang kromosom XY itu bisa dapat perlakuan istimewa dong. Apalagi kalau kebetulan penyandang kromosom XY tersebut juga sekaligus bergelar 'wajah di atas rata-rata'.

Ini mungkin cuma pendapat sepihak saya saja. Tapi kayaknya bukan saya saja deh yang berpendapat kalau sesama penyandang status 인도네시아대 한국학과 학생 ada yang suka memberlakukan different treatment kepada para so-called 잘 생긴 itu. Memang bukan pada masalah-masalah besar sih.. Paling cuma kalo latihan PK dia duduk di lingkaran yang berbeda, lebih banyak diajak ngobrol dengan nada yang menyenangkan...

Oke. It is human nature.


But it's not fun at all.