Showing posts with label tentang korea. Show all posts
Showing posts with label tentang korea. Show all posts

Thursday, March 20, 2014

Glad I did something useful

8 Maret 2014, pas lagi ngaso di kamar main internetan berusaha untuk memikirkan ayam dan bebek serta musang tercinta saya (baca: skripsi saya), tiba-tiba ada notifikasi di Twitter. Ada akun yang mention saya.

"dan akhir kata gue ucapkan terimakasih buat kak @usernametwittersaya atas tulisan2 diblognya, yg telah (cont) "

Wih, kaget dong saya, tahu-tahu ada akun yang mention bilang terima kasih begitu. Perasaan saya nggak habis ngetwit apa-apa yang bermanfaat... /plak/

Usut punya usut, setelah saya buka profil yang ngemention saya itu, ternyata dia baru abis serial tweets.

Saturday, March 1, 2014

Bahasa dan Kebudayaan Korea UI part#3

Ceritanya hari ini saya baru habis bimbingan skripsi dan mengumpulkan bab 2. Trus niatnya mau mengupload SIPRESMA sebelum bulan Februari habis, tapi karena melihat rincian isian websitenya saya tiba-tiba kehilangan selera.

Posting hari ini dipicu oleh komentar anonymous di post saya sebelumnya.
"Kak aku mau tau dong tips2 biar lulus di prodi korea.. apa harus pinter bahasa korea dulu atau gimana?"

Oh, tidak, tidak sama sekali. Seperti yang sudah saya tegaskan sebelumnya, di sebelas program studi bahasa di FIB UI, semuanya mulai dari awal. "Dimulai dari nol," seperti kata petugas pom bensin Pertamina. Kecuali program studi Inggris, semua program studi memiliki matakuliah Bahasa I-VI. Jadi kalau mahasiswa prodi Korea seperti saya, saat semester 1 saya harus ikut kuliah Bahasa Korea I, semester 2 ikut Bahasa Korea II, begitu seterusnya sampai semester 6. Begitu juga teman saya yang kuliah di prodi Jepang, harus ambil Bahasa Jepang tiap semesternya.

Saturday, January 4, 2014

Bahasa dan Kebudayaan Korea UI part#2

Kalau sebelumnya saya bilang sebaiknya masuk jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea UI saja kalau Anda adalah murid kelas XII dan masih belum punya bayangan mau masuk jurusan mana, sekarang saya akan menjelaskan kenapa saya bilang begitu.

Saat ini di Indonesia hanya ada tiga universitas yang menyediakan program studi Korea, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Nasional. Lulusan yang dihasilkan oleh masing-masing universitas per tahunnya tidak mencapai 100 orang. Sementara itu, perusahaan Korea yang masuk ke Indonesia untuk menanam modal dan membuka cabang setiap tahunnya meningkat drastis. Belum lagi kerjasama-kerjasama kedua negara di berbagai bidang yang terus meningkat. Bisa dibayangkan betapa jauh gap antara supply dan demand tenaga kerja yang mampu berbahasa Korea.

Kalau cuma mau bisa berbahasa Korea, kenapa harus kuliah segala? Kan bisa kursus. Sekarang juga sudah ada banyak kursus bahasa Korea di mana-mana.

Sunday, December 15, 2013

Bahasa dan Kebudayaan Korea UI

Anda siswa kelas XII atau 3 SMA yang masih belum bisa nentuin mau masuk jurusan apa kuliah nanti?
Bingung karena nggak ngerti apa kemampuan dan kelebihan diri, galau mau pilih jurusan impian karena takut gak dapet kerjaan nantinya...

Sudah.
Pilih saja Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia.

Setidaknya lulus nanti Anda gak akan jadi pengangguran.

(Ulasan lengkap mengenai kenapa dan kenapanya ditulis dua minggu lagi setelah saya selesai ujian akhir)
(Untuk selingan, bisa baca ini dulu)

Tuesday, May 28, 2013

Bahasa Korea masuk SMA?

Berbahagialah, anak-anak SMA dan SMK, karena bahasa Korea akan masuk ke kurikulum kalian.

Beberapa bulan lalu, ketika sedang menjadi interpreter untuk pameran pendidikan, saya mendengar kabar kalau bahasa Korea akan masuk kurikulum SMA dan SMK. Dinas Pendidikan (saat itu) masih sibuk rapat dengan berbagai pihak sana-sini baik pihak Indonesia maupun pihak Korea (dan saya sempat lihat beberapa dosen saya juga). Saya pernah coba kroscek ke salah satu orang IKCS mengenai hal ini, bahkan ternyata beliau termasuk orang yang membuat silabusnya.

Waktu itu yang terlintas di benak saya adalah, "Mengapa bahasa Korea bisa sampai masuk kurikulum? Siapa yang memutuskan? Atas dasar apa? Ada cerita apa di balik keputusan tersebut?" Alasan yang pasti akan pertama kali dikemukakan adalah "Karena Korea sedang booming di Indonesia, baik KPop maupun perusahaan-perusahaan Korea, dan sedang berlangsung banyak sekali kerja sama antara Indonesia dan Korea." Saya setuju dengan alasan tersebut, karena itu juga motivasi utama saya memilih jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea tiga tahun lalu. Akan tetapi, saya yakin pasti masih ada banyak sekali cerita yang seru di balik munculnya keputusan ini, segala macam tarik ulur kepentingan--tapi sudahlah, mari kita tidak berspekulasi mengenai hal tersebut.

Thursday, March 15, 2012

tentang Korea #1: Oppa

[Hari ini adalah H-2 Korean Culture Day 2012, jadi daripada saya melampiaskan seteres saya dengan gila-gilaan lebih baik dengan bikin postingan ini. Siapa tahu bisa menambah pengetahuan (siapa saja)]

Saya yakin, seyakin-yakinnya, kalau semua penggemar lagu-lagu K-Pop pasti tahu atau paling tidak pernah dengar yang namanya kata 'Oppa'. Oppa itu boleh dibilang sebagai kata Korea kedua terpopuler setelah saranghae.

Literally, 오빠 [yang dibacanya o-ppa, bukan op-pa] berarti 'panggilan kepada kakak laki-laki oleh anak perempuan'. Beda dengan konsep mas-mbak, uda-uni, aa-teteh, dan lain-lain di Indonesia yang hanya membedakan panggilan berdasarkan jenis kelamin sang kakak yang dipanggil, di Korea jenis kelamin sang adik yang memanggil juga berpengaruh kepada sebutannya. Selain merujuk kepada kakak laki-laki,