Saturday, January 4, 2014

Bahasa dan Kebudayaan Korea UI part#2

Kalau sebelumnya saya bilang sebaiknya masuk jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea UI saja kalau Anda adalah murid kelas XII dan masih belum punya bayangan mau masuk jurusan mana, sekarang saya akan menjelaskan kenapa saya bilang begitu.

Saat ini di Indonesia hanya ada tiga universitas yang menyediakan program studi Korea, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Nasional. Lulusan yang dihasilkan oleh masing-masing universitas per tahunnya tidak mencapai 100 orang. Sementara itu, perusahaan Korea yang masuk ke Indonesia untuk menanam modal dan membuka cabang setiap tahunnya meningkat drastis. Belum lagi kerjasama-kerjasama kedua negara di berbagai bidang yang terus meningkat. Bisa dibayangkan betapa jauh gap antara supply dan demand tenaga kerja yang mampu berbahasa Korea.

Kalau cuma mau bisa berbahasa Korea, kenapa harus kuliah segala? Kan bisa kursus. Sekarang juga sudah ada banyak kursus bahasa Korea di mana-mana.

Betul, tetapi ada perbedaan yang cukup mencolok antara orang yang bisa berbahasa Korea karena kursus dengan orang yang bisa berbahasa Korea karena kuliah di program studi Korea. Apa bedanya?
Satu, dari segi kebahasaan, orang-orang yang belajar bahasa Korea dari kursus cenderung lebih banyak menggunakan bahasa banmal. Padahal, orang Korea termasuk orang yang 'menjunjung tinggi' stratifikasi sehingga kita tidak bisa menggunakan bahasa yang sama untuk semua orang. Saya sering sekali meringis saat tidak sengaja mendengarkan percakapan teman-teman jurusan lain (yang kursus bahasa Korea) dengan orang-orang Korea yang belajar di BIPA. Meskipun oppa itu berarti kakak laki-laki, nggak semua laki-laki yang lebih tua dari kita (tapi nggak jauh-jauh amat jarak umurnya) bisa kita panggil oppa... Masa baru ketemu pertama kali langsung manggil oppa. Lagipula, ada nuansa lain yang dikandung kata oppa sehingga artinya tidak murni hanya sekedar 'kakak laki-laki' saja.
Dua, di program studi Bahasa dan Kebudayaan Korea UI (saya tidak tahu bagaimana di UGM dan di UNAS), mahasiswa tidak hanya belajar mengenai bahasa dan sastra saja. Mahasiswa juga belajar mengenai sejarah, politik, etika bisnis, budaya perusahaan, agama, dan lain-lain. Bisa dibilang mahasiswa belajar semua-muanya mengenai Korea. Ini juga berlaku di program studi sastra yang lain di FIB UI sih. Nah, dengan memahami Korea dari berbagai aspek, kita jadi bisa menggunakan bahasa sesuai dengan konteksnya. Selain itu, pengetahuan kita menjadi lebih luas. Kita tidak akan lagi memandang peristiwa masuknya Indonesia ke dalam rangkaian SM Global Audition 2014 bahkan menjadi audisi pembuka hanya sebatas 'pengakuan SM Entertainment bahwa Indonesia adalah negara basis fans(=sumber uang) yang kuat'. Oh, pasti ada udang di balik bakwan, saudara-saudara.

Tetapi sastra kan nggak macho. Mahasiswa sastra juga kebanyakan perempuan.
Tetapi tahukah Anda semua bahwa ada banyak sekali lowongan pekerjaan dari perusahaan Korea yang salah satu syaratnya adalah 'berjenis kelamin laki-laki'? Yang karena saking langkanya lulusan prodi Korea UI yang berkromosom XY, perusahaan tersebut akhirnya menerima juga karyawan berkromosom XX?
Mungkin sastra kelihatannya tidak macho. Nah pertanyaan selanjutnya, Anda mau kelihatan macho atau mau dapat pekerjaan bahkan sebelum lulus kuliah?

Sastra Korea isinya palingan korfreak semua. Fangirl-fangirlnya Suju (sekarang EXO). Nanti gue ikut-ikutan jadi korfreak lagi.
Hmm, ini sih nggak bisa dipungkiri ya kalau memang sekarang (sejak angkatan 2009~2010) dalam setiap angkatan di prodi Korea, pasti lebih dari 50%nya memilih prodi Korea awalnya karena oppa-oppa tercinta itu. Ini bisa dibuktikan dari perkenalan mahasiswa baru prodi Korea setiap tahunnya mulai dari angkatan saya. Kalau di angkatan saya, yang laki-laki biasanya masuk prodi Korea karena 'kejeblos', tetapi dua tahun terakhir ini berdasarkan pengamatan saya, banyak juga mahasiswa (laki-laki) yang memilih prodi Korea karena nuna-nuna tersayang.
Secara nggak langsung, ini mungkin bisa bikin ilfil orang-orang nonKPopers. Akan tetapi, ini tidak menjadikan persaingan masuk ke prodi Korea segampang nyari video EXO di Youtube. Sejak tahun 2011~2012, keketatan masuk prodi Korea itu yang terketat ketiga di FIB UI setelah prodi Inggris dan Jepang. Jadi jangan pikir kalau memilih prodi Korea saat SNMPTN (atau apalah itu namanya sekarang) undangan, SNMPTN tertulis, ataupun SIMAK pasti bakal dapat. Belum tentu. Ada banyak sekali orang-orang yang gagal masuk prodi Korea. Itu pun kini prodi Korea sudah membuka kelas Paralel sejak angkatan 2012.

Kok alasan-alasan yang dikemukakan nuansanya matre banget sih. Nggak ada yang idealis apa.
Nah, itu akan bersambung ke post selanjutnya. Jadi pantengin aja ya.



KPopers harus masuk Bahasa dan Kebudayaan Korea UI! Kenapa? Baca di sini. (post menyusul~ hehehe) EDIT 2017.03.22 Postnya ada di sini


18 comments:

  1. Kak aku mau tau dong tips2 biar lulus di prodi korea.. apa harus pinter bahasa korea dulu atau gimana?
    감사합니다 :)

    ReplyDelete
  2. Halo Anonymous, silakan cek post saya http://nizzarrahman.blogspot.com/2014/03/bahasa-dan-kebudayaan-korea-ui-part3.html

    ReplyDelete
  3. min, akreditasi kebudayaan korea di UI apa ya?

    ReplyDelete
  4. kak prospek kerja sastra korea gmn ya?? kepakek ga sih?

    ReplyDelete
  5. kak, bisa minta link-nya yang part 1?^^

    ReplyDelete
  6. Selamat siang ka.
    Ka ceritain dong gimana masuk sastra dan kebudayaan korea?

    ReplyDelete
  7. Haloo kak. Mau nanya nih. Kaka masuk saskor ui lewat jalur undangan atau tes ka?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya lewat PPKB (nama jadulnya SNMPTN Undangan di UI)

      Delete
  8. kak ada contact yg bisa dihubungi? aku mau nanya2 cara masuk sastra korea di ui

    ReplyDelete
  9. Kalau lewat ppkb, bagaimana jika bahasa indonesia dan bahasa asing nya menurun sekali namun seterusnya naik lagi? Apa akan di blacklist?

    ReplyDelete
    Replies
    1. setau saya nggak ngaruh.
      Btw sistem PPKB sekarang udah nggak ada, setau saya sekarang adanya SNMPTN.

      Delete
  10. Halo kak ! Salam kenalll😄😄 Kakak angkatan tahun berapa ya? Apa udah lulus ? Aku Riri angkatan 2016 hehehhe, pengen tanya2 pengalaman kakak slama kuliah di BKK😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya angkatan 2010, udah lulus 2 tahun yang lalu.
      Kamu angkatan 2016 BKK UI?

      Delete
    2. iyaa kakk... Saya angkatan 2016 hehe.. Salam kenal, Kak ! :))

      Delete
  11. iya Kak hehehe.. Sekarang Kakak sedang lanjut S2 di korea ya, Kak? Tips nya gimana sih kak biar bisa lolos KGSP? Semangat kuliahnya, ya Kak ! Saya suka banget baca cerita2 kakak di blog ini:)

    ReplyDelete
  12. Iyaa Kakk hehehe ^^ Btw, Kakak kuliah di Kyunghee lewat beasiswa KGSP ya, Kak? Gimana sih Kak kiat2 dapet beasiswa itu? Hehehe... trimakasih banyak Kak Nizz :)))

    ReplyDelete
  13. Kak,klo utk paralel fib itu apakah jam kuliahnya sama dgn reguler? Thx ^.^

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda dikit, biasanya paralel selesainya lebih sore. Tapi kalau paralel di FIB gak akan sampai malam kok. Paling telat jam 7 udah kelar biasanya...

      Delete