Monday, December 13, 2010

Petang Kreatif @ Festival Budaya 2010

It's for this we worn our bodies out the last three weeks...



 


We went home veeeery late at night the last two days before the D day (Saturday 11 2010). People started to suffer from flu, cold, cough, diarrhea... and their friends. We're lacking of sleep, of course (and money too LOL). And on the D day...





I still practiced to change Diarta's jacket with Golda seonbae. We couldn't do it less than 15 seconds. We practiced over and over and over for almost an hour, and finally, we could do it in 8 seconds *proud*








Introducing.. the main casts and the director :) (Left to right) Riris as Sujin, Kara as Sanghyeok's mother, Raras seonbae the director, and Diarta as Sanghyeok. This was taken after the performance.








All crews of 'A Girl in CD Store' performance. Well, not really all of us, truthfully...






 

Shoot. Me with Arie seonbae's hat. It was supposed to be worn by Diarta in the 4th scene but since we've found it very difficult to change his jacket only, so we decided he's not going to wear the hat. And in order for me to not forgetting where I put the hat, I put it on my head. Then Golda seonbae clicked her camera on me, and... this is the result. FYI, the jacket wasn't mine as well, it's my sister's kkkk.





The result of all our hardwork all this time?



THE BEST SCRIPT OF PETANG KREATIF 2010.



Thank you especially for Alvin seonbae the scriptwriter :)


I really wanted to be the scriptwriter of our performance, but due to some conflicts, I ended up being Diarta's costume coordinator kkk. It felt like turning into Wang Coordi (of A.N.Jell), hahaha :D  
 


Saturday, November 20, 2010

Betapa

Betapa repotnya untuk romantically involved with someone.
Dan betapa lebih repotnya lagi untuk jadi tempat curhat one of those who romantically involved.

사실은... I don't want to get involved in someone's relationship.
I don't want to interfere or anything. I only wish they who involved to be happy, that's it.
Tapi kalo kayak begini repot juga urusannya -____________-"

Satu. Gue itu tipe yang kalo orang yang gue suka ternyata suka sama orang lain, oh, yaudah. Trus tau-tau besoknya gue suka sama orang lain lagi.

Dua. Gue itu tipe yang kalo orang yang gue suka deket sama orang lain yang dia pernah suka, oh, yaudah. Toh orang yang gue suka itu kan perlu bersosialisasi, termasuk sama orang lain yang pernah dia suka.

Mungkin orang lain di luar sana menganggap aneh, tapi, cobalah berpikirnya begini: diri kita spesial bagi orang yang kita suka (karena dia juga suka kita). Kita memiliki tempat khusus yang tidak bisa dijamah orang lain. Meskipun orang yang kita suka sekonyong-konyong dekat kembali dengan orang yang pernah dia suka dan bertepuk sebelah tangan dulu, tapi yakinlah bahwa kita itu spesial untuk orang yang kita suka itu.

Lagipula, bukannya itu yang dinamakan percaya pada pasangan ya? *untuk orang-orang yang sedang berada dalam sebuah hubungan*


Jealous is natural; it's even needed. However... don't you think you need to control yourself of being jealous over something that simple?


Semoga saja yang gue dapet besok bukan sesuatu yang malah bikin gue tambah jadi pelanduk yang kejepit di antara dua gajah, amin!


맹부 상천 지교, Father and Son: The Story of Mencius







맹부 상천 지교, alias Father and Son: The Story of Mencius, adalah film Korea produksi 2004, udah lumayan jadul. Film ini diputar di kelas Pengantar Kebudayaan Korea-nya Pak Zaini beberapa minggu yang lalu, dan gue dikasih tugas menuliskan apa yang gue dapet dari film ini. Karena gue ngerasa isi filmnya bagus banget, gue memutuskan untuk memposting tugas gue :D WARNING, THIS IS ALMOST SPOILER!

-------------------------------------------------------------------------



Maeng Mansu, tokoh utama film ini, adalah seorang single parent. Ia memiliki seorang putra yang duduk di sekolah menengah atas bernama Maeng Sasung. Mansu sangat menyayangi putranya dan bertekad bahwa Sasung harus kuliah di Seoul National University karena menurutnya, pendidikan terbaik ada di sana. Menurut Mansu, jika Sasung kuliah di SNU, Sasung akan punya peluang lebih besar untuk sukses dan memiliki penghidupan yang lebih baik.

Bagi Mansu, yang terpenting dalam hidupnya adalah Sasung. Ia akan marah jika ada yang menghina putranya, seperti yang ditunjukkan oleh adegan pembuka film ini. Ia bertengkar dan mengusir wanita yang hendak membeli ikan di kiosnya karena wanita tersebut menghina anaknya. Di atas segalanya, Mansu beranggapan bahwa Sasung harus kuliah di SNU apapun yang terjadi. Ketika Sasung pingsan dan mimisan di sekolah karena kelelahan, Mansu kemudian memutuskan untuk pindah ke Gangnam yang letaknya lebih dekat dengan SNU (sehingga kalau menurut 1 km rule, peluang untuk masuk SNU lebih besar). Padahal sebenarnya saat itu Mansu tidak punya uang sehingga terpaksa harus meminjam ke rentenir. Temannya Mansu yang sering meminjami uang pun telah memperingatkan bahwa tindakannya berisiko dan rentenir itu orangnya kejam.

Di gedung apartemennya yang baru, Mansu mempunyai tetangga bernama Hyunjung. Hyunjung ternyata teman sekelas Sasung di sekolah barunya. Hyunjung memiliki paman, Choi Kangdoo, yang ikut tinggal di apartemennya. Pamannya itu seorang kkangpae dan memiliki tiga orang anak buah yang juga tinggal di apartemen Hyunjung.

Pada awalnya, Mansu mencoba menjadi tetangga yang baik dengan mengirimkan makanan ke apartemen Hyunjung yang diterima oleh anak buah Choi Kangdoo. Akan tetapi, Mansu kemudian berbalik membenci Kangdoo dan anak buahnya karena tindakan-tindakan mereka membuat Sasung tidak bisa belajar. Kangdoo dan anak buahnya berkaraoke keras-keras, membuat semua ibu-ibu tetangganya menyambangi apartemen mereka. Hanya saja, begitu Mansu berkata bahwa Kangdoo adalah kkangpae yang jahat dan bengis, para ibu tersebut membubarkan diri.

Mansu lalu memimpin gerakan ibu-ibu menentang keberadaan kkangpae di lingkungan mereka dan menuntut Kangdoo dkk untuk pindah. Secara tidak sengaja, Kangdoo mendengar bahwa ibu-ibu tersebut juga sedang memprotes pembangunan motel di sekitar lingkungan apartemen mereka. Kangdoo dan anak buahnya kemudian menggagalkan pembangunan motel tersebut. Segera saja, Kangdoo dianggap sebagai pahlawan dan ibu-ibu tersebut melupakan apa yang mereka perjuangkan dengan Mansu. Ketika anak buah Kangdoo berkata bahwa kali itu mereka melakukannya dengan fair and square, tidak menggunakan pukulan dan pisau, Hyunjung mencibir.

Mansu marah karena tidak berhasil mengusir Kangdoo. Di saat itu, ia mengetahui Sasung mendapatkan nilai yang jelek. Ketika sedang memukuli Sasung atas nilai jeleknya itu, Hyunjung menelepon dan salah mengira Mansu sebagai Sasung. Hyunjung menyebut dirinya sebagai ‘istri Sasung’. Mengetahui Sasung pacaran, Mansu mengamuk dan hendak menghancurkan laptop yang biasa digunakan Sasung. Tanpa sengaja, ia mengetahui bahwa Sasung berpacaran dengan Hyunjung. Mansu shock.

Beberapa hari setelahnya, Hyunjung berulang tahun. Kangdoo dan anak buahnya mempersiapkan pesta perayaan di apartemen mereka, namun Hyunjung yang ditunggu tidak kunjung pulang. Hyunjung justru pergi merayakan ulang tahunnya bersama Sasung dengan minum-minum. Hyunjung dan Sasung pulang larut malam dengan keadaan Hyunjung mabuk berat.

Kangdoo merawat Hyunjung yang sedang mabuk. Saat hendak menggantikan pakaian Hyunjung, Hyunjung muntah di tangan Kangdoo. Kangdoo tidak merasa jijik, tetapi Hyunjung kemudian berkata kalau Kangdoo lebih buruk daripada fishmonger. Anak buah Kangdoo berkomentar bahwa Hyunjung tidak menyadari betapa Kangdoo dan anak buahnya sangat menyayangi Hyunjung.

Keesokan harinya, Mansu ditagih oleh rentenir yang meminjaminya uang untuk pindah rumah. Karena Mansu tidak mampu melunasi utangnya, ia memberikan surat kepemilikan kiosnya dengan syarat, si rentenir harus membunuh Kangdoo. Hanya saja, Kangdoo dan anak buahnya terlalu kuat bagi rentenir dan pengikutnya. Begitu Kangdoo tahu kalau si rentenir disuruh oleh Mansu, Kangdoo balik menyuruh rentenir agar menghabisi Mansu.

Kangdoo hendak menjemput Hyunjung sepulang sekolah karena hari hujan. Tetapi ia justru memergoki Hyunjung pulang bersama Sasung. Kangdoo marah. Ia berkata Hyunjung telah membuat keputusan yang salah berpacaran dengan Sasung dan ia akan menyesalinya. Mendengar hal itu, Hyunjung balik marah dan meninggalkan Kangdoo.

Sesampainya di rumah, Sasung tidak bisa menemukan Mansu. Menduga Kangdoo pasti tahu sesuatu, Sasung memohon pada Kangdoo agar mencarikan ayahnya. Kangdoo dan anak buahnya berpura-pura tidak tahu. Hyunjung juga ikut memohon pada Kangdoo, tetapi Kangdoo tetap tak bergeming. Akhirnya Hyunjung menawarkan diri untuk melakukan pertukaran. Jika Kangdoo mau menunjukkan di mana Mansu berada, Hyunjung mau memanggil Kangdoo dengan sebutan “ayah”.

Rupanya, si rentenir itu mengubur Mansu hidup-hidup. Begitu diantarkan kembali ke gedung apartemennya, Mansu mencari Kangdoo dan berkelahi di tempat parkir sampai masing-masing babak belur dan kehabisan tenaga. Keduanya lalu pergi minum arak bersama.

Kangdoo bercerita bahwa sesungguhnya Hyunjung adalah putrinya dari teman kencannya. Dulu, teman kencannya menyerahkan Hyunjung kepada Kangdoo. Karena saat masih muda Kangdoo aktif sebagai kkangpae dan dinilai tidak mampu mengurus anak, maka kakaknya mengadopsi Hyunjung. Mansu ganti bercerita kalau pasca kematian istrinya dulu, kerjaannya hanya mabuk-mabukan sepanjang hari. Ia menelantarkan Sasung kecil sampai Sasung kurus kering. Ketika ia sadar dari mabuknya, tekad Mansu agar Sasung kuliah di SNU tumbuh. Demi mewujudkannya, ia berhemat sehingga jika ingin minum arak, Mansu selalu mencampurnya dengan susu. Ketika sedang bercerita, tiba-tiba Mansu pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Di saat bersamaan, Sasung juga dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan saat rehearsal. Ia tersengat listrik ketika sedang menyanyi. Mansu tidak bisa menerima kenyataan Sasung diam-diam tetap menyanyi di belakangnya. Sejak kecil, Sasung jago bernyanyi dan pernah ada yang meramalkan Sasung akan menjadi penyanyi terkenal. Namun, Mansu tidak mengizinkan Sasung bernyanyi karena yang terpenting baginya adalah Sasung harus kuliah di SNU. Padahal sebenarnya Mansu sendiri dulu senang karaokean.

Menurut Mansu, keinginannya agar Sasung masuk SNU itu berdasarkan permintaan istrinya sebelum meninggal. Padahal, sesungguhnya saat upacara doljabi dulu, Sasung telah memilih mikrofon, menandakan ia akan menjadi penyanyi. Melihat itu, ibunya hanya berkata ia berharap Sasung akan tumbuh dengan sehat.

Sementara itu, Kangdoo merasa dirinya tidak akan bisa merawat Hyunjung dengan baik. Ia memutuskan untuk mengirim Hyunjung tinggal di luar negeri bersama ibu kandung Hyunjung. Hyunjung mendengar percakapan Kangdoo itu telepon, tiba-tiba menangis.

Setelah keluar dari rumah sakit, Mansu kembali bekerja di kiosnya. Hyunjung dan Kangdoo mendatangi Mansu di kiosnya. Kangdoo berkata mereka akan segera pindah sehingga Mansu bisa tinggal dengan tenang. Hyunjung menyerahkan tiket konser Sasung dan meminta agar Mansu datang untuk mendukung Sasung.

Sebelum mulai bernyanyi, Sasung berkata bahwa ini adalah konser pertama dan terakhirnya. Lagu yang ia nyanyikan rupanya adalah lagu yang ia buat untuk ayahnya. Di tengah-tengah lagu, Mansu tiba-tiba datang. Sasung terkejut, menangis, dan tidak bisa melanjutkan bernyanyi.

Beberapa waktu kemudian, Sasung dan Hyunjung berkomunikasi lewat video chatting. Hyunjung kini tinggal di Kanada bersama Kangdoo dan anak buahnya. Kangdoo berhenti menjadi kkangpae dan membuka usaha kios ikan seperti yang dilakukan Mansu dulu. Sasung sedang bersiap-siap menghadapi tes Pre-SAT. Ia akan melanjutkan kuliah ke jurusan musik, bukan ke SNU lagi. Sedangkan Mansu kembali hobi karaokean. Teman Mansu yang dulu sering meminjami Mansu uang kini juga pindah ke apartemen seberang Mansu dengan alasan yang sama dengan Mansu dulu. Sekarang keadaannya seolah terbalik: teman Mansu berada di posisi Mansu dulu, sedangkan Mansu ada di posisi Kangdoo.

Ada beberapa hal yang menarik dan bisa dijadikan pelajaran dalam film ini. Pertama, budaya memberi makan kepada tetangga yang ditunjukkan oleh Mansu. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari perhatian kepada tetangga yang adalah bagian dari ajaran Mensius. Kesetiakawanan ditunjukkan oleh karakter teman Mansu yang sering meminjami uang. Walaupun dengan mengomel, ia tetap membantu menjagakan kios Mansu tiap kali Mansu tiba-tiba pergi.

Selain itu, di film ini juga diperlihatkan betapa orang tua (yang diwakili oleh Mansu dan Kangdoo) sangat menyayangi anaknya, terlepas dari bagaimana mereka menunjukkan kasih sayang mereka. Mansu nampak seperti ayah yang tidak demokratis dan memaksakan kehendaknya agar Sasung kuliah di SNU, tetapi itu semua ia lakukan demi yang terbaik untuk Sasung dalam pandangannya. Anak terkadang tidak menyadari betapa orang tua menyayanginya, seperti Hyunjung yang tidak menyadari bahwa Kangdoo dan anak buahnya sangat menyayanginya.

Orang tua akan melakukan apa saja demi anaknya. Mansu rela meminjam uang kepada rentenir, berkelahi dengan Kangdoo dan anak buahnya, semua ia lakukan demi Sasung. Kangdoo dan anak buahnya demi Hyunjung pun rela berhenti menjadi kkangpae dan mencari pekerjaan yang ‘normal’. Meskipun begitu, di film ini juga digambarkan bahwa betapapun kerasnya orang tua berusaha, mereka tidak bisa memaksakan kehendak pada anaknya. Sekeras apapun Mansu melarang Sasung menyanyi (saat kecil Sasung bahkan dilempari ketika bernyanyi) dan memaksanya belajar, Sasung tetap tidak mendapatkan nilai yang terbaik karena keinginan kuat untuk kuliah di SNU bukan berasal dari dirinya, dan justru diam-diam tetap bernyanyi.

Walaupun terkesan berlebihan, film ini cukup menggambarkan bagaimana orang Korea ‘senang’ sekali memukul kepala orang. Untuk mendiamkan Sasung kecil, misalnya, Mansu melemparinya dengan balok kayu kecil. Untuk melerai muridnya pun, guru Hyunjung memukul kepala sang murid.

Secara keseluruhan, film ini tidak hanya berhasil menghibur penontonnya, tetapi juga berhasil menyampaikan pesannya dengan baik.


Wednesday, November 10, 2010

Korean Culture Day 2010: After Story

Let the pictures talk :)






Kapan-kapan yang lain diupload lagi dan diceritain beberapa detilnya (kalo sempet hehehe)

Yosh, KCD has over, but there are still many things to do... in the name of Hanguk Hagwa Indonesiadaehakgyo.

Sunday, October 10, 2010

Berjalan di Atas Jembatan

여러분~ pada tahu kan jembatan penyeberangan di deket halte UI yang di depan Markas Komando Resimen Mahasiswa?

Nah, jadi kemaren ceritanya abis pulang kerja kelompok di asrama, jalanlah gue seorang diri dari asrama ke halte itu *bukannya naik bikun #plak* Waktu kerja kelompok yang dulu kan pulangnya nebeng Abdu sampe dia mau ke Margonda lagi, gue belok ke Kelapa Dua. Nah, tadi Abdu gak dateng. Entah kenapa kemaren pede banget, sempet mikir, "Ah, cuma tinggal ke halte, naik jembatan, turun lagi, naik angkot, selesai."

Oke. Jadi prinsip dasarnya begitu. Ke halte, naik jembatan, turun lagi, naik angkot, selesai.

Tapi waktu mikir itu gue lupa sesuatu hal yang fatal.
Jembatan itu di bawahnya ada dua arah mobil yang setiap arahnya dua jalur. Dan di antara dua arah itu ada rel kereta api dua jalur.
Yang artinya jembatan itu panjang banget!

Dan gue nggak pernah suka naik jembatan apapun.
Dan gue naik jembatan itu sendirian.
Dan jembatan besi itu nggak punya spanduk atau apapun yang menghalangi pandangan gue ke samping-sampingnya.
Dan orang yang lewat jembatan itu dikit banget.
Dan pas gue nyampe di tengah-tengah jembatan ada kereta lewat!

Gue tahu, sebenernya gue nggak akan kenapa-napa. Gue akan bisa ngelewatin jembatan itu dengan baik-baik aja.Nggak akan terjadi apa-apa yang konyol bin extraordinary. Scrap tahu-tahu jembatannya roboh lokal pas ada kereta lewat itu bahkan di film juga udah jarang dipake.

Tapi sodara-sodara, itu jembatan besi yang udah keropos di mana-mana...

Walhasil pas turun dari jembatan gue mandi keringet dan kaki rasanya kayak dari plastik.

Alhamdulillah gue nyampe di bawah baik-baik aja.
Alhamdulillah gue sukses nyeberang lewat jembatan itu.


But have I overcome my fear?
Sabodo lah. Yang penting kemaren sukses lewat.

Sunday, October 3, 2010

Lotte

What do you know about Lotte?

Zaman TK & SD: perusahaan yang bikin permen karet Lotte.

Zaman SMP: perusahaan yang bergerak di industri makanan.

Zaman SMA: perusahaan yang bergerak di industri makanan dan kayaknya punya hubungan sama Lotte Mart yang tau-tau ngegantiin Makro Pasar Rebo dan iklan Lotte Duty Free-nya JYJ, Big Bang, Rain, Park Yong Ha, dan Song Seung Hun.

Zaman kuliah: perusahaan asal Korea Selatan yang mungkin macem Unilever gitu. Bergerak di macam-macam bidang, terutama di makanan dan retail. Lotte Mart punya cabang di Cina, Vietnam, dan Indonesia selain di Korsel sendiri. Di Korea Selatan ada juga Lotte World, yang mirip-mirip Disneyland gitu lah konsepnya. Lotte Foundation baru-baru ini ngasih beasiswa untuk 8 orang mahasiswa UI (2 orang FE, 4 orang Bahasa dan Kebudayaan Korea 2008, 2 orang Bahasa dan Kebudayaan Korea 2009) senilai 600 USD per semester. Selepas kuliah, mereka bisa kerja di Lotte Group. Yum. Gue pengen dapet beasiswa dari Lotte jugaaaa~~


안녕 하십니까!

Since all of fivesky (who are bloggers, of course) changed their blogger lang (funny to German, isa to Spanish, khare to I don't know what it is), I decided to change mine to Korean. I told you, IT IS HARD to adjust since I am only able to READ it while I don't know what does it mean -________-" That needs time, I guess.

This far, my Korean lesson has reached 8과 and it's about 내 방은 3층 있어요. I'm gonna learn numbers. Man, why do Korean have two kind of numbers? *phew*

Enough blabbering, see ya!

Saturday, September 18, 2010

Catch Up! spesial Lebaran

Q:Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H yaa
A: Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin...

Q: SMS Lebaran tahun ini bikin sendiri?
A: Iya dong, tiap taun ganti. Taun ini edisi sastra #plaksokgaya

Q: Cieee mentang-mentang anak sastra :P
A: Sebenernya mah gara-gara ada anak geografi yang ngirim sok edisi geografi gitu, jadi terpancing deh ahahahay

Q: Kayak gimana SMSnya?
A: Yang punya ogut?

Q: Iyalaaah *ngapain nanya yang edisi geografi*
A: Sendiri m hanya fonem tiada makna. Beserta a & f ia menyratkan permohonan tulusku padamu. Selamat Idul Fitri 1431 H, mohon maaf atas segala kehilafan, nizz. Nggak terlalu nyastra sih.

Q: *nods slightly* Oh ya, taun ini dapet salam tepok?
A: Salam tempel kali

Q: Iya dah apaan namanya, dapet gak?
A: Dapet 20ribu, alhamdulillah sejak taun kemaren ada samcheon yang baik hati mau ngasih duit

Q: Apa yang berkesan dari Lebaran taun ini?
A: Kenyataan bahwa di keluarga besar orang jadi pada berbondong-bondong masuk sastra :D
Kan sekarang ogut dan om mas ogut sekarang udah merintis jalan #halah, nah trus taun depan si Lee mau ikut nyemplung di Sastra Jepang, taun depannya lagi ade sepupu ogut mau ke Sastra Inggris.

Q: Waah chukhahamnida yaaa
A: Kamsahamnidaa HIDUP FIB!


Catch Up! vol. 1

Q: Long time no see~
A: Oraenmanieyo~~

Q: Apa kabarnya nih udah kuliah sekarang?
A: Yah alhamdulillah deh... Juni-Juli kemaren kosong banget, tapi Agustus super hectic. Untung September masih bisa istirahat jadi Oktober besok yang lebih berat insya Allah sanggup gak sakit dah.

Q: Gimana rasanya jadi mahasiswa?
A: Wah campur aduk deh. Bener-bener perubahan besar, bukan cuma ganti status doang. Banyak tanggung jawab yang mendadak jadi dipanggul sendiri. Tiba-tiba jadi ada kewajiban moral gitu. Harus jadi mahasiswa yang sebaik-baiknya, karena impian yang harus diwujudkan bukan cuma impian sendiri semata, banyak mimpi dan harapan orang yang dititipkan di atas pundak ini.

Q: Weew bahasanya beraaaat~
A: Lah pertanyaannya tadi kan serius, masa dijawab main-main.

Q: Jadi dari Agustus kemaren kegiatannya ngapain aja? Rekap dong.
A: Awal Agustus tiap hari dateng latihan paduan suara segambrengan di balairung. Trus abis itu ada Orientasi Belajar Mahasiswa. Asyik tuh, permodelan belajar pas kuliah. Berguna banget. Abis itu OKK, ospek universitas yang nggak ada ospek-ospeknya sama sekali. Kita disuguhin talk show keren yang dimoderatorin Najwa Shihab. Narasumbernya Pak Rhenald, Bu Ninik L Karim, Pak Adhyaksa, trus siapa gitu *lupa* Di OKK hari dua, kita dibakar semangat perjuangan kemahasiswaannya. Di PSA-MABIM FIB juga ada talk show mantep. Narasumbernya Oki Setiana Dewi *si Anna*, Kelly Meliana *Mapres FIB, mungkin namanya nggak tepat deh hehe*, trus Kamga-nya Tangga sama gak tau siapa namanya hehehe. Sama kayak OKK, di PSA-MABIM kita juga dididik jadi mahasiswa aktivis. Tapi di PSA-MABIM lebih intens. Trusannya masuk kuliah deh.

Q: Kayaknya lebih asoy kalo dirinciin satu-satu dah.
A: Durasinyaa dooong zzzz lagian tadi mintanya rekapan dah.

Q: :S Yaudah deh, yang paling berkesan dan selalu diingat dari itu semua apa?
A: Jadi mahasiswa UI emang beda dari yang lain.

Q: Maksud?
A: Iyaa, kalo ada acara bahkan yang lingkupnya kecil sekalipun, bintang tamu/narasumbernya pasti top dan berkualitas. Banyak pelajaran hidup yang semakin tegas masuk ke kepala, terutama yang don’t judge a book by its cover.

Q: Pasti karena FIB banyak makhluk yang mengundang prasangka yaaa *grin*
A: Yap seratus persen! *giggle* Mana udah tingkat parah kan kalo di FIB. Tapi ternyata, dari mereka keluar pelajaran-pelajaran hidup yang berharga, yang nggak perlu dikupas dulu karena nggak dibungkus dengan kalimat bersepuh metafora. Pelajaran-pelajaran hidup itu langsung dalam kalimat sederhana yang tinggal langsung ditelen dan dicerna aja. Subhanallah alhamdulillah banget Allah nempatinnya di FIB!

Q: Okelah, jadi sekarang intinya udah seneng dan bangga nih jadi mahasiswa FIB. Pas kuliah gimana?
A: Ada fakta yang baru terasa. Ternyata semua pemikiran bahwa kuliah itu bakal bisa lebih nyantai dari SMA *apalagi kuliah di Sastra gitu* adalah SALAH BESAR. Apalagi di Bahasa dan Kebudayaan Korea UI. Semester 1 langsung dijejelin 23 sks. Banyak kegiatan yang harus diikutin sebagai perwakilan prodi. Ada KCD juga. Pantesan banget mahasiswa Korea paling jarang muncul di susunan kepanitiaan atau kepengurusan apapun di FIB *apalagi tingkat UI*

Q: Nah, despite all of that, masih sempet fangirling gak?
A: Sempet nggak sempet deh. Paling kalo mau download segala macem ya hari Jumat atau Sabtu malem. Makanya ngeblog & nge-ff juga jarang. Kalo soal perkembangan terbaru Kpop sih, tiap hari juga update *iyalaaah di Saskor getoooo* Show yang masih rutin didownload sih WGM semua couple aja. Lainnya paling performances MuBank, MuCore, Inki, Mnet, atau Naver. Udah nggak sempet lagi ngikutin My Girlfriend is Gumiho, Sungkyungkwan Scandal, ama Playful Kiss, padahal pengeeen. Nunggu bajakan aja dah hehehe.

Q: Hubungan sama chingudeul wa seonbaenimdeul gimana?
A: So so lah... Kayak biasa aja. Cuma yang ajaibnya, ogut-cla-ara jadi nge-geng-gong gitu sama lollichan hahaha. Tempat kongkownya *halah sok gaya* di kosan lollichan. Ada juga satu seonbaenim yang udah onni banget hehehehe :D

Q: Kalo gyosunimdeul?
A: Alhamdulillah masih lancar gak ada masalah *semoga sampe seterusnya amiin* Ada satu gyosunim yang antik, namanya Tang Jongrye gyosunim. Maniak banget ama sinetron dan hobi meng-Korea-kan bahasa Indonesia.

Q: (?) Contoh dong...
A: Bahasa Korea yang formal biasanya di bagian akhirnya suka ada –yo gitu. Nah, bahasa Indonesia juga diperlakukan gitu sama dia. Misalnya, dia mau bilang kalo tulisannya terlalu kecil. Dia bilang, “Igeo neomu kecil-yo...” LOL.

Q: ROFL
A: Tang Jongrye gyosunim juga favorit semua orang. Mana gahuol buanget lagi, senengannya fb-an sama twitteran ama mahasiswanya hihihi.

Q: Wah, durasi is kicking nih.
A: Waduh iya ya :S

Q: Terakhir dah, biasnya sekarang siapa nih? Masih Changmin kan?
A: Iyaa, along with Siwon, Key, & Jinwoon. Tapi masa banyak gitu yang demen Changmin & Siwon *di antara chingudeul*, jadi berasanya gimanaa gitu zzzz. Jadi paling sekarang bias utamanya Jinwoon & Key dah. Sama Vic eomma kalo lagi nonton WGM! Hihihihi

Q: Oh ya, sekarang lagi sering dengerin apa?
A: Lah tadi katanya terakhir, kenapa ada lagi?

Q: Kali ini jeongmal jinjja majimak deh, jawab dooong~
A: Hmm kemaren sih lagi seneng banget sama reffnya Better Together-nya Se7en sama It Has To Be You-nya Yesung. Trus lagi sering diputerin Homme, K.Will, SG Wannabe sama Fly to the Sky gara-gara uri eomma lagi seneng sama perkumpulan wajah-berbanding-terbalik-dengan-suara kkkkk. Dan tak lupa, Lucifer-nya SHINee :D


Aikido

Minna-san~ *mentang-mentang baru pulang aikido langsung sok Jepang*

Jadi sodara-sodara, tadi ogut adalah satu-satunya beginner yang cewek -.....-' Latihannya capek *pasti lah* tapi gw bertekad gak mau mundur dari aikido. Oke, mungkin gw dateng Sabtu doang, Kamisnya on off *Selasa kan kuliah cing

Dan sodara-sodara, kayaknya nggak ada deh orang yang dateng ke pusgiwa nggak bawa kendaraan, motor ataupun mobil. Soalnya tadi nggak ada yang nasibnya se'tragis' gw jalan dari pusgiwa ke teknik baru dapet ojek T.T Rata-rata naik motor semua. Mungkin itu ya yang bikin orang rada males dateng ke pusgiwa. Di ujung berung gitu sih...

Pesan moral hari ini: kalo latihan aikido, pastikan ada minimal satu temen beginner cewek lain yang bawa motor, supaya ada pasangan pas latihan berpasangan dan bisa nebeng hehehe. Dan pakailah baju daleman lengen panjang plus legging!

First time

Yeorobeun~
It's my first time to post from mobile kekeke and first time going to a martial art practice. I take aikido class now~ hahaha

So, wish me luck on doing things :D

Monday, September 13, 2010

Quick post

Oraenmanieyo~
Things happened, changed, left, came, hardened. That's what you call life.

Will be back with Catch Up! vol 1 soon. Please anticipate :)


nizzyool.
'Cause I know we're BETTER TOGETHER ---Se7en

Friday, September 10, 2010

Korean Culture Day 2010



Annual event from Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia.
Join talent audition for Korean Culture Day! Click here

http://facebook.com/koreancultureday
http://twitter.com/korcultureday 

DON'T MISS IT!

Monday, August 16, 2010

get well soon :)

I can't promise you, but I will try my best sneaking to pay you a visit at the hospital.

Just get well soon, and come back to your brand new life!

Sunday, July 25, 2010

Putri Bulan dan Pangeran Matahari

Kau menyadari, timur dan barat takkan pernah bertemu
Aku mengerti, air dan minyak takkan bisa bersatu
Meski cerita belum sampai ending, kita sama-sama tahu
Biar kontak dititah mati, ia akan terus membara, menyapa kau dan aku
Mengumpulkan semua mungkin walau tiada waktu

Melawan bukannya tak berguna, berontak bukan sia-sia
Tapi berdiam tak selalu putus asa
Tidak memilih bahagia dalam sengsara, tidak juga sengsara dalam bahagia
Hanya menunggu munculnya sabun yang didamba

Berapa guliran zaman pun tak berarti
Seratus tusukan tak bisa melukai
Sampai sekarat pun jangan lelah menanti
Semua binar dan rindu yang tersimpan rapi
Kelak bukan sekedar mimpi


Puisi lama. Entah kenapa tiba-tiba pengen ngepost ini...

Thursday, July 22, 2010

Thing I learned this morning

Kebiasaan mengompres orang demam di setiap negara beda-beda.

Kalo di Indonesia yang namanya ngompres orang demam itu ya langsung kena dahinya kan? Makanya, waktu nonton BBF pas adegan Jandi ngompres Jihoo *ato sebaliknya? lupa* kan dia naro kompresnya di atas rambutnya, poninya nggak dipinggirin dulu. Gue pikir itu salah satu cacat kecil yang luput dari perhatian sutradara. Tapi pas gue nonton Cinderella's Sister, Eunjo waktu ngompres Hyoseon juga nggak minggirin rambutnya, langsung aja handuknya ditaro di atas poni.

Poby!

POBY!

Iyaaa tauuu tokoh utamanya Pororo, tapi gue sayang banget sama Poby... Satu karena dia tokohnya baiiiik dan bijaksana, dua karena dia beruang! :D

Antv, Pororo-nya yang lamaan dong tayangnyaaa -,-


Kami adalah teman terbaik~ 

Curious George


Tontonan wajib tiap pagi :) thanks antv udah mau nayangin George sama Pororo di tengah-tengah kepungan infotainment hehehe :D

Rada nggak masuk akal sih, masa monyet bisa melakukan hal-hal yang mustahil binatang bisa ngelakuin, kayak episode hari ini, bikin jembatan dari marshmallow, tusuk gigi, dan kartu remi buat jalan anak ayam. Mustahal bin mustahul kan -_______-"  Tapi George ngajarin untuk peduli terhadap sesama dan menolong orang lain yang kesusahan. Kan bagus tuh, terutama buat anak kecil.

Sayangnya Curious George The Movie belom ditayangin di sini huhuhu padahal video klip soundtracknya (Upside Down) lucu bangeeeet >,,< 


Sangat disarankan buat nonton Curious George pagi-pagi di antv jam 7 *dibandingin nonton infotainment?* Abis itu lanjut nonton Pororo! :D

Monday, July 19, 2010

Mario Teguh Golden Ways 18 Juli 2010

Semalem MTGW tayang live. Temanya menggelitik gue banget: Kekasih Bermasa Depan Lemah. Ada temen gue yang pengen nonton tapi gak bisa, trus dia minta diceritain. Jadinya gue bikin notes tentang episode semalem deh. Gue bikinnya ngikutin urutan materi yang MT sampein. Mungkin terasa agak loncat-loncat, soalnya gue cuma ambil poin-poinnya doang.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Mario Teguh Golden Ways
Minggu, 18 Juli 2010 19.05-20.00
Tema: Kekasih Bermasa Depan Lemah

·  Orang yang masa depannya bagus = orang yang penting bagi orang lain
Keberhasilan seseorang di masa depannya bergantung pada tingkat kepentingan [manfaat] dirinya bagi orang lain. Oleh karena itu, apa yang kita lakukan sekarang harus merupakan sesuatu yang penting dan membuat diri kita penting bagi orang lain [jangan melakukan tindakan yang sia-sia, banyak-banyaklah melakukan tindakan yang membuat diri kita berguna bagi orang lain].

·  Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, begitu pula sebaliknya
Hal ini adalah hukum sederhana yang pasti kejadiannya seperti itu, nggak mungkin nggak. Kalau kejadian perempuan yang baik dapat laki-laki tidak baik, maka tugas si perempuan adalah memperbaiki dirinya, bukan memperbaiki pasangannya. Karena ketika kita memperbaiki diri sendiri, Tuhanlah yang akan memperbaiki pasangan kita.

·  Orang yang minder = orang yang disiapkan untuk menjadi besar
Orang minder biasanya merasa nggak pantes, masih kurang, dan mau minta saran dari orang. Sedangkan orang yang nggak minder biasanya nggak akan mau belajar, sombong, nggak mau mendengar pendapat orang lain karena merasa sudah hebat.

·  Pertanyaan dari FB: Apakah kita harus diam dan tetap meneladani suami yang berbohong?
TIDAK.
Apa yang harus dilakukan?
Supaya jangan sampai kejadian begitu,  suami harus dideketin. Kalau suami lagi ngomong didengerin, jangan dicuekin. Jangan memberangkatkan suami kerja dengan ngomel apalagi marah. Puji suami untuk tindakan-tindakan positifnya, jangan sampai suami seneng dipuji orang lain.

·  Pertanyaan polling: Apa yang akan Anda lakukan kalau punya kekasih dengan masa depan lemah?

A: No matter what, I love him... ---> 23%
Alasan audiens: tiap orang punya rezeki masing-masing, tiap usaha yang dilakukan seseorang pasti akan mendapatkan balasan dari Tuhan, jadi kenapa harus takut?

B: Mensuperkan diri kita, karena pasti kitalah yang akan menopang kehidupan masa depan kelak ---> 54%
Alasan audiens: kalau kita mensuperkan diri kita, pasangan akan melihat kita secara lebih positif dan (mudah-mudahan) pasangan akan ikut [terinspirasi] untuk berubah menjadi positif juga

C: Menggantinya dengan kekasih dengan potensi masa depan yang lebih baik ---> 23%
Alasan audiens: realistis & logis saja, untuk apa bersama dengan orang yang tidak baik? Bukankah kita harus cari yang terbaik untuk hidup kita?

Note MT: Cinta adalah ketertarikan tidak masuk akal yang sebentar. Cinta akan mampu langgeng kalau dilanjutkan dengan kasih sayang. Pernikahan yang mampu bertahan sampai puluhan tahun itu diawali dengan cinta kemudian dilanjutkan dengan kasih sayang, dan dalam perjalanan pernikahan itu keduanya berusaha agar saling jatuh cinta lagi sehingga rasa ketertarikan itu tetap terjaga.

·  Pertanyaan dari penelepon: Bagaimana menghadapi istri yang maunya dia yes, tapi maunya suami no? Saya tidak sependapat dengan dalil Bapak yang 'Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubahnya'. Menurut saya, harusnya 'Tuhan tidak akan mengubah nikmatNya'. Soalnya kalo manusia bisa mengubah nasibnya, nggak akan ada manusia yang sakit dong?
MT: Pantesan istri Bapak kayak gitu -,-' Itu firman Tuhan langsung lho Pak [ada di Alquran].
Istri harus bisa melihat bahwa semua usaha yang dilakukan suami itu untuk kebaikan istri dan anak-anak. Dengan begitu, dia nggak akan protes atau menolak lagi karena dia tahu apa yang dilakukan suami hanya untuk kebaikan dia dan anak-anaknya. Suami harus mengusahakan yang terbaik dari dirinya untuk menjadi pelayan bagi istri dan anak-anaknya.

·  Note sebelum jeda iklan:
Kekerasan hati yang membuat orang merusak hidupnya sendiri, selalu berasal dari masa lalu yang kurang kasih sayang dan lingkungan yang memperlakukannya dengan kejam.

·  Pertanyaan dari audiens [atau dari penelepon? Lupa hehe] : Apakah ada hubungan antara kepandaian dengan masa depan seseorang?
Di dunia ini ada 3 macam akibat:

1.   Akibat kelahiran --> kecerdasan
Yang ini udah default dari sananya, nggak bisa diubah

2.   Akbiat belajar --> kepandaian
Orang yang ikhlas belajar akan mengalahkan orang yang dari sananya cerdas

3.   Akibat pengalaman --> kebijakan
Orang yang punya banyak pengalaman akan mengalahkan orang cerdas dan pandai. Oleh karena itu, kita harus menghormati orang-orang yang lebih tua dari kita, guru-guru, dan orang tua, karena mereka memiliki pengalaman yang lebih banyak dari kita

·  Pertanyaan dari penelepon: Saya sering menyamapaikan nasihat Pak Mario kepada rekan-rekan saya dan sering berhasil, tapi kenapa tidak bisa bekerja pada diri saya sendiri?
MT: Tidak ada tukang cukur yang bisa mencukur rambutnya sendiri. Yang harus dilakukan:
1.   Cari penasihat yang Anda hormati. [MT mendapatkan nasihat-nasihat dari istrinya, Bu Lina]
2.   Setiap nasihat yang kita berikan adalah ujian bagi kita. Tidak ada orang baik yang tidak diuji kebaikannya oleh Tuhan.

·  Kekasih dengan masa depan lemah bukan untuk dihindari, tetapi untuk dibantu mencapai kesuksesannya. Karena siapa tahu, kekasih dengan masa depan lemah itu adalah orang yang dipersiapkan untuk menjadi orang besar.

·  Bahasa adalah pembeda kelas
Banyak orang muda yang mengurungkan niatnya untuk membicarakan hal-hal baik dan menggunakan bahasa yang baik karena teman-teman mudanya yang lain mengolok-oloknya. Yang perlu diingat oleh orang muda, mereka bersama dengan teman-teman mudanya itu hanya sebentar saja. Orang muda harus ingat untuk membangun kualitas dirinya agar bisa bertahan dalam kehidupan.


Thursday, July 15, 2010

Been a long time

Sudah lamaaaa sekali sejak saat terakhir kami kumpul-kumpul bareng. Hari ini--meski tanpa si pipi bakpau--kami kumpul: gue, icul, fny, dan kharebuoy *berasa F4 huaaaah #plakplakplak

Berasa mahasiswa kebanyakan duit, kita hangout di Burger & Grill di Margonda *tapi tetep aja pesen yang paling murah hahahaha*  Bagusnya, kita bisa sekalian ol thanks to mr WIFI. Lompat sana-sini ke blog-blog orang, ngupdate berita mereka *gue yang paling ketinggalan, seperti biasanya* dan ternyata, bener lho bahwa di dunia nyata ini, di deket gue, ada orang yang menjalani hidupnya ala princess dan bak artis meski dia bukan artis. Gue tau kalo mereka itu bukan cuma sekedar tokoh dalam novel dan fanfic tapi tetep aja gue ngerasa ada towew towew di kepala.


Waktu berlalu tanpa terasa *karena kita foto-foto seperti biasa*, baru terasa pas tau-tau laptopnya icul mati. Jadilah kita pindah ke Zoe buat numpang ngecharge *dan ngelanjutin foto-foto lagi*  Padahal ceritanya besok siang abis jumatan gue mau ikut anak-anak osis89 jalan-jalan ke villa omnya Rainna di Halimun dan gue belom siap-siap. Waduh.


Tapi yang namanya kumpul-kumpul bareng temen segenggongan emang asoy ;P



Tuesday, July 13, 2010

Pelajaran Moral dari DVD

Sama kayak liburan-liburan lain, di liburan terpanjang dalam sejarah hidup gue ini gue juga nonton DVD. Karena sekarang bajakan ada yang canggih, semua episode dalam satu disc [bahasa abang-abangnya: compilation], gue jadi beli banyak film & drama deh :D Yah, walaupun banyak adegan yang dipotong dan kualitas gambarnya sering menyedihkan, tapi lumayanlah, jalan cerita dan pesannya masih bisa ditangkep.

Awal-awal liburan waktu baru lepas dari Ujian Praktek dan kawan-kawannya, gue milih nonton produk Jepang dibanding Korea. Soalnya gue lagi males nonton drama yang mempermainkan emosi, banjir kegombalan, dan penuh air mata. Pengen nonton drama yang ide ceritanya unik. Yah, walaupun seret adegan romantis juga nggak apa-apa deh, yang penting as the substitution dia bisa memancarkan semangat dan perasaan full of fire. Tapi setelah beberapa saat, tentu gue nonton produk Korea juga [faktor utama: DVD dramanya para anggota boyband udah keluar].

Acara nonton kali ini bukan asal nonton trus terhibur aja. Banyak hal-hal yang gue catet [dalam kepala] tentang teknik penceritaan dan detil-detil kecil yang remeh tapi krusial. Gue juga belajar memahami apa yang ada di kepala sutradara dan penulis skenario waktu mereka bikin suatu adegan. Kenapa ceritanya berkembangnya jadi begini bukan begitu; kenapa tokoh ini justru bereaksi kayak gini terhadap masalah itu; kenapa musik latarnya harus dikecilin pada detik sekian, trus digedein lagi di detik selanjutnya; kenapa endingnya cuma begitu doang, masalah tokoh utama yang satunya tetep dibiarin nggak selesai. Setelah nonton dengan cara begitu, gue jadi makin sadar betapa bikin cerita [atau drama] itu nggak cuma gitu aja langsung jadi. Banyak aspek yang harus dipikirin supaya rangkaiannya bagus. Dan betapa kemampuan gue masih jauh dari amatir huhuhu -,-

Sebenernya banyak juga pelajaran moral yang bisa dipetik dari drama kalo kita nonton dengan cara begitu [dan kalo nggak terlalu terseplona sama tampang guanteng tokoh utamanya *penyakit kalo nonton produk Korea*]. Yak, mari kita list beberapa yang masih gue inget *nontonnya udah rada lama soalnya hihihi*

  1. Gokusen 1, 2, 3, & The Movie
Main pointnya sih don't judge a book by its cover *weleh, peribahasa banget* Murid yang bengal, [kelihatannya] berandal, tukang berantem, remed mulu [yah, kalo Jepang kelas D, kalo Taiwan kelas F, di Indonesia kelas 'jalur khusus' dah], dan tukang ngelanggar peraturan nggak selalu adalah bandit dan akan berakhir jadi sampah masyarakat. Mereka cuma perlu dibimbing balik ke jalan yang benar oleh orang yang nggak mandang sebelah mata dan nggak su'uzhan sama mereka, orang yang menghormati mereka sebagai manusia. Murid yang secara akademis pencapaiannya sangat memuaskan belum tentu adalah orang baik. Nggak menutup kemungkinan kadang murid-murid yang ditasbihkan sebagai murid pandai itu justru kelakuannya terhadap orang atau makhluk lain amat sangat minus. Pesan ini menghunjam gue dalam-dalam. Soalnya selama ini gue termasuk orang yang meng-underestimate-kan segolongan murid di sekolah yang bisa dikategorikan masuk ke kelas D. Sungguh, memandang mereka sebagaimana Yankumi memandang murid-murid kelas 3D-nya itu susah.

Hal lain yang bisa dipetik dari Gokusen adalah kita harus menjalani hidup with dignity and pride. Karena kalo kita [anggaplah] berada dalam posisi orang-orang seperti murid 3D, apalagi yang tersisa dari hidup kita selain itu? Di samping itu, Gokusen juga bicara mengenai definisi teman dan kesetiakawanan.

Yang paling menyenangkan, di Gokusen tokoh Yankumi bener-bener digambarin sebagai guru yang nyentrik tapi membuat kita berpikir, 'Hey, seperti itulah seorang guru seharusnya bertindak!' Dia memperjuangkan murid-muridnya sampai akhir, dia mempercayai murid-muridnya yang bengal, dan dia tidak pernah menyerah atas mereka, meskipun mereka menyeretnya pada kekacauan yang tak putus-putus.Yankumi benar-benar mewakili gambaran guru impian yang nggak pernah gue dapatkan sepanjang 12 tahun berstatus siswa.

  1. Zettai Kareshi (Absoulte Boyfriend) & SP
Salah satu drama yang ide ceritanya sangat khas Jepang banget: mempertentangkan benar-tidak secara cukup ekstrim, dan pada akhirnya memenangkan sisi benar karena biar bagaimana pun, yang benar harus menang. Pesan utamanya, betapapun hebatnya manusia menciptakan teknologi, ada daerah-daerah tertentu yang mutlak kekuasaan Tuhan dan tidak bisa diganggu gugat. Pesan nomer dua, sesempurna apapun robot, dia tetep aja robot, bukan manusia. Dia nggak bisa berubah jadi manusia karena perinya Pinokio itu cuma ada di negeri dongeng doang. Nomer tiga, jangan pernah bermain-main dengan perasaan, baik punya diri sendiri apalagi punya orang lain.

Kayak produk-produk Jepang lainnya, adegan romantis di Zettai Kareshi juga dikit banget dan nggak bisa dibilang romantis-romantis amat [tapi masih jauh mendingan dibanding Gokusen]. Gue juga yakin drama ini nggak akan dibikin versi Korea apalagi Taiwannya :D

  1. My Boss My Hero
Film ini yakuza-nya lebih kental dari Gokusen, tapi juga lebih konyol hihihi :D Tobat dah, gimana bisa sih ada yakuza sepayah itu kemampuan akademisnya? Walaupun begitu, dari sini kita jadi ngerti bahwa betapapun menyebalkan dan menyusahkannya Matematika, kita tetep perlu dia di kehidupan selepas sekolah kelak. Juga sesebel apapun kita sama sekolah kita, bersyukurlah bahwa kita masih bisa sekolah. Banyak orang yang pengen sekolah tapi nggak bisa [bahkan meski punya duit buat bayar segala macem bayaran]. Di drama ini juga dikasih liat bahwa orang yang bohong walaupun nggak bermaksud jahat dan nggak ngerugiin orang lain tetep aja hidupnya nggak tenang.

  1. Jumunjin
Film layar lebarnya Kim Kibum [kayaknya sih yang bikin dia nggak ikut di Sorry, Sorry]. Hmm yah tipikal film Korea dah, ada adegan *ehm*nya juga di penghujung film. Yang gue pelajari dari Jumunjin, kalo kehilangan cinta, jangan ikut-ikut kehilangan akal sehat. Meski orang yang kita cintai mati, tapi kitanya sendiri kan masih punya hidup yang harus dilanjutin. Yah, walaupun pasti sakit banget sih, tapi kan kita juga nggak mungkin nyemplung ke laut ato berdiri di tengah jalan minta ditabrak bus supaya bisa nyusul orang yang kita cintai itu [mending kalo destinasi akhirnya nanti jadi sama-sama surga, kalo kagak?]

  1. Personal Taste
Oh My God-Oh My God dulu dah, soalnya Akang Minho ganteng buanget di sini ;D tapi Akang Seulong parah, jangankan aura Mr Falsetto, yang ada malah imej DEG dibawa-bawa zzzz -,- Sayang banget Yoon Eunhye cuma jadi special appearance doang, padahal kalo dia yang jadi tokoh utama ceweknya, pasti ketenaran drama ini bakal berlipat ganda [terutama di Indonesia]. Oh ya, katanya Kim Namgil si Bidam-nya Queen Seondeok juga jadi cameo orang baca koran sambil ngerokok di luar cafe, tapi gue lupa episode berapa, yang jelas belasan dah.

Apa yang gue dapatkan dari Personal Taste selain drolling over Minho? Satu, jangan pernah berpikir apalagi mencoba memplagiat karya orang. Dua, kalo jadi orang yang terlalu baik sampe kelewatan nggak ngeh lagi dikadalin sama orang, hidupnya bakal ribet. Tiga, kalo mau meraih kesuksesan, tempuhlah jalan-jalan yang baik, jangan tergoda untuk mencoba jalan-jalan miring. Bakal susah ngelurusinnya nanti.

  1. Autumn Concerto
Nontonnya rada kepaksa juga sih, karena cuma ngikut nonton aja.  Abisnya lagi nggak selera liat produk Taiwan -,- Di sini digambarin, walaupun kita melakukan sesuatu demi kebaikan orang lain, belum tentu orang itu akan menerima perbuatan kita. Jadi intinya kalo jadi orang baik harus sabar (?) Well, gue gak terlalu bisa nangkep pesan drama ini -,-

  1. Heading to the Ground (No Limit)
Lucu, gue udah punya dari tahun lalu tapi cuma nonton episode 1 doang, itu juga nggak sampe abis. Gue baru tertarik nonton setelah ditayangin di TV. Entah, tapi rasanya episode pertamanya emang nggak menarik dan rada ngebingungin, soalnya di awal ada adegan Papa Yunho nyemplung ke sungai yang lanjutannya baru ada di episode 5. Selain itu, faktor utama yang bikin gue gave up nonton dulu adalah ekspresi dan suara Papa yang [agak] lebay. Di TV kan didubbing, jadi rada mending lah. Itu juga gue masih belom rajin ngikutin. Begitu gue liat preview episode 5 yang nunjukin Papa amnesia dan terdampar di RSJ, baru deh gue maraton nyelesein nonton drama pertama Papa yang *ehm* jeblok ratingnya di Korea.

Setelah gue nonton sampai habis, menurut gue Heading to the Ground nggak jelek-jelek amat ceritanya. Plotnya rasional aja tuh. Tapi yah, emang biasa aja sih. Nothing spectacular nor special *kasian Papaaaa :'((* Walaupun begitu, gue jadi belajar bahwa ada saat di mana kita sampai pada titik akan menyerah atas impian kita yang telah kita perjuangkan setengah mati. Di saat seperti itu, akan sangat menyenangkan jika ada seseorang yang tetap menyemangati dan menyeret [mendorong] kita untuk kembali berlari mengejar impian kita.

  1. Hanayori Dango, Returns & Final
Nonton lagi untuk yang ke-sejuta kali :D Versi Jepang ini adalah drama paling ampuh untuk membangkitkan semangat berjuang, terutama yang season 1. Dari semua versi yang ada, versi ini yang paling berhasil menggambarkan keteguhan, keuletan, dan kekuatan zassho ni Tsukushi. Energinya terpancar jelas, berasaaa banget.

Oke, apa pesannya? Satu, jangan menyerah. Tsukushi-chan aja bisa bikin jungkir balik si Tsukasa nan sableng dan bikin KO mpok Kaede. Dua, jangan berjuang sendirian kalo punya temen yang bisa diandelin. Minta tolong ke orang nggak bikin kita jadi orang lemah. Tiga, kalo jadi anak orang kaya, jangan cuma sekedar jadi anak orang kaya doang. Tunjukin kemampuan lo. Lo harus sanggup ngelakuin hal-hal yang sama extra ordinary-nya kayak status lo itu. Empat, cewek yang jago bela diri ato berantem itu cool :D

Oh ya satu lagi. Kalo mau bikin drama, detil sekecil apapun penting banget. Misalnya aja, kalo mau gambarin orang-yang-luar-binasa-kaya-raya, cukup kasih liat dia bayar taksi pake credit card warna hitam [yang nggak punya limit, satu-satunya kartu kredit yang terbuat dari LOGAM, dan cuma ada sedikit banget pemegangnya di dunia nyata].

  1. The 4th Period Detective
Entah dah judul benernya apa. Ini filmnya Yang Seungho *Kim Chunchu-nya Queen Seondok* dan harusnya Kim Bum sama Kim Soeun juga ikutan, tapi gak jadi. Beli karena penasaran gimana kalo Korea bikin detektif-detektifan. Yah, ternyata tetap saja produk Korea.

Pesan film ini nggak jauh-jauh dari film detektif lain: Setiap peristiwa tidak selalu terjadi seperti apa yang kelihatannya telah terjadi. Yang namanya kasus misteri itu nggak pernah semudah itu langsung selesai, pasti selalu ada apa-apanya.

  1. Mei-chan no Shitsuji
Nomer satu: orang Jepang memang fantasinya ampun-ampunan dah! Bayangin aja, masa ada sekolah kalangan super-elit khusus perempuan di mana semua muridnya selalu diikutin sama *minimal* satu orang butler cowok! Drama ini lebih buat hiburan doang, kalo mau maksa nyari pesannya, well... Gue nggak nangkep pesen apa-apa hahahaha :D

  1. Oh! My Lady
Drama pertama di mana Siwon jadi leading role. Klise, dan yah, nasibnya hampir kayak HTTG, tapi masih ketolong thanks to absnya Mas Siwon yang rajin muncul di episode-episode awal. Apa yang bisa dipetik? Satu, wahai para cowok, jangan suka menebar benih di mana-mana, ntar kelabakan kalo tiba-tiba buahnya muncul. Dua, wahai para cewek, pastikanlah Anda memiliki keterampilan dan kualifikasi yang bagus supaya kalo terjadi apa-apa sama pernikahan Anda [cerai atau suaminya meninggal gitu], Anda masih bisa menghasilkan uang untuk bertahan hidup. Tiga, Mas Siwon masih benar-benar harus lebih mengasah aktingnya :D


Well, 11 dulu dah, lainnya lanjut di postingan lain :D