Monday, January 16, 2012

trial on translating: 싫증이 쉬운 아이

아, 방학이 돼서 얼마나 좋군아~ ^^

이 겨울 방학에 제 고등학교 친구가 서울에 여행을 했는데그 친구에게 책 사 달라고 했다. 결과는? 짠~ the famous 나는 아직, 어른이 되려면 멀었다 is in my hand~

It was really an impulsive action. Waktu denger temen ini mau backpacking ke Seoul, yang terlintas di kepala cuma 'Titip buku ini!!' Apa alasan yang melatarbelakangi keinginan yang amat sangat untuk memiliki buku 나는 아직, 어른이 되려면 멀었다?

Karena seseorang secara terang-terangan merekomendasikannya, lalu seseorang yang lain juga merekomendasikan buku ini--meski tidak secara terang-terangan. Kebetulan, that someone happened to be named Kim Jaejoong, while the other one happened to be named Jung Yunho.

Iya, saya kan penggemar mereka berlima. Tapi sebenernya saya juga bukan tipe fans fanatik yang bakal beli apapun yang DBSK-related stuffs. Pada kasus ini, buku yang direkomendasikan Jaejoong memang buku bagus. Saya juga merasa sudah saatnya saya dicemplungin ke lautan huruf rumput yang bukan terkait pelajaran (ini perlu ditegaskan karena buku teks Munhaksa juga lautan huruf rumput). Di perpustakaan maupun di KCC ada banyak novel sih, tapi entah ya.. kayaknya lebih asyik kalo produk yang langsung dibeli (pake uang sendiri) dari sana hehehe.

Bukunya mendarat dengan selamat di tangan saya kemarin, dan baru hari ini mulai saya baca. Ini bukan novel. Disebut puisi juga kurang pas, mungkin lebih cocok kalo dibilang sajak kali ya. Membaca buku ini bagus terutama untuk refleksi diri. Baru sajak pertama saya rasanya udah ditusuk (walaupun nggak sedahsyat waktu baca 엄마를 부탁해 sih).

Jadi seperti judul postingan ini, this is my attempt on translating one of Kang Sehyeong's work in 나는 아직, 어른이 되려면 멀었다. No copyright infringement intended. The following translation to Bahasa Indonesia is purely my work and may not be 100% accurate. Please credit me if you take the translation out.



싫증이 쉬운 아이
Anak yang cepat merasa jenuh

by Kang Sehyeong from the book 나는 아직, 어른이 되려면 멀었다 (Aku masih jauh dari menjadi dewasa)
Indonesian translation by annisanizz


싫증이 쉬운 아이.
나는 그런 아이였던 같다.
Anak yang cepat merasa jenuh.
Aku sepertinya dulu anak yang seperti itu.

이것저것 하고 싶은 것은 많아서 여기도 기웃 저기도 기웃.
피아노, 기타, 태권도, 미술, 영어, 일어.
이것저것 많이 시작은 해봤던 같은데
처음엔 뭐든 무척 열심히 파고들었던 것도 같은데
금세 시들시들 싫증을 느끼곤 손을 놔버리곤 했던 나.
Karena ingin melakukan ini dan itu, di sana sini
Piano, gitar, taekwondo, kesenian, bahasa Inggris, bahasa Jepang.
Mencoba melakukan berbagai macam hal
mulanya dengan sangat rajin memusatkan perhatian
sesaat kemudian melesu, mulai merasa jenuh, lalu melepaskan tangan.

싫증의 원인에는 여러가지가 있었지만
그중 하나는 이거였던 같다.
Ada banyak alasan mengapa aku mudah jenuh, tetapi
satu di antaranya sepertinya ini.

‘왜 이렇게 늘지?’
어느 순간 찾아오는 슬럼프.
‘저 사람은 나보다 늦게 시작했는데 나보다 잘하잖아?’
괜한 자격지심.
‘에이 나는 재능이 없나 보다.’
그리고 쉬운 포기.
‘Mengapa tidak naik seperti ini?’
Suatu waktu datang mencari perosotan.
‘Dibandingkan aku, orang itu mulai lebih terlambat, tetapi lebih baik dibandingkan aku?’
Prasangka yang tidak beralasan.
‘Ah, nampaknya aku tidak punya kemampuan.’
Lalu dengan mudah menyerah.

계단식 성장.
슬럼프가 찾아왔을
그걸 이겨내야만 도약으로 이어질 있다는 것.
머리로는 알면서도 포기가 빨랐던 아이.
그만큼 싫증도 쉬웠던 아이.
그래서 결국은
‘난 이렇게 뭐든지 어중간한 걸까?’
투덜거리기만 하는 아이.
Selangkah demi selangkah berkembang.
Saat mencari perosotan
hal yang baru bisa dihubungkan melalui lompatan yang lebih besar, hanya jika bisa mengatasinya dengan baik.
Anak yang meskipun mengerti, tetap cepat menyerah.
Anak yang sebegitu mudahnya merasa jenuh.
Sehingga akhirnya
‘Aku mengapa melakukan apapun selalu setengah-setengah seperti ini?’
Anak yang hanya bisa mengeluh.

어떤 드라마엿던 같은데
주인공 소녀는 대단한 재능을 가진 선배를 짝사랑하게 된다.
나와는 너무 다른 사람.
나와는 전혀 어울리지 않을 같은 사람.
하지만 선배를 만난 이후 소녀의 꿈은 달라진다.
Seperti suatu drama
tokoh utama wanitanya jatuh cinta kepada seorang senior yang sangat cakap, tetapi bertepuk sebelah tangan.
Orang yang sangat berbeda denganku.
Orang yang sepertinya sampai kapanpun tidak akan cocok denganku.
Tetapi setelah bertemu senior itu, mimpi sang wanita berubah.

“죽을 만큼 노력해서라도
선배에게 어울리는 사람이 되고 싶어요.”
“Sampai mati berusahapun
ingin menjadi orang yang cocok untuk senior.”

그만큼이나 사람을 좋아했던 거다.
그만큼이나 사람과 함께하고 싶었던 거다.
Sebesar itu menyukai orang tersebut.
Sebesar itu ingin bersama dengan orang tersebut.

소녀를 보면서
나는이런 생각을 했던 같다.
Melihat wanita itu
aku berpikir seperti ini.

내가 싫증이 쉽고 포기가 쉬웠던 이유는
그만큼 간절하지 않았기 때문 아닐까.
Alasan aku cepat jenuh dan mudah menyerah
bukan karena tidak sungguh-sungguh ingin.

나는 어쩌면 지금까지 번도
죽을 만큼 노력해서라도 갖고야 말겠다는 간절함을
품어본 적도 표현해본 적도 없는 아닐까.
Aku mungkin sampai sekarang sekalipun
bukannya tidak pernah menyimpan, tidak pernah mencoba mengeskpresikan
hasrat untuk berusaha sampai matipun harus dapat.

어쩌면 나는
처음부터 어중간한 아이는 아니었을지 모른다.
그저 내가 나를
어중간하게 만들어버린 걸지도.
Bagaimanapun
apakah aku sejak awal adalah anak yang setengah-setengah atau bukan, aku tidak tahu.
Bahwa mungkin akulah yang
secara setengah-setengah menjadikan diriku (seperti ini).

3 comments:

  1. nis, bukunya dijaga baik2 ya. mungkin aja tiba2 dia pindah ke rumah gue dan gue gak tau, mungkin pelakunya alter ego gue. xD

    ReplyDelete